slothis · Bahasa Indonesia

Soesokkak Jeju: Main Perahu Santai ala Halong Bay

2022-07-19 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Ada banyak tempat wisata di Seogwipo (kota di Pulau Jeju), tapi selain pantai, jarang ada tempat untuk melakukan aktivitas fisik. Walau bukan aktivitas yang ekstrem, di Soesokkak kita bisa menghabiskan waktu dengan bermain kayak. Anak-anak pasti suka, dan cocok banget kalau pergi bareng pasangan, tapi sayangnya aku... ㅠㅠ

Papan informasi biru yang berisi tarif dan peraturan naik perahu tradisional Soesokkak.

Soesokkak adalah bagian dari rute Olle Trail 6, jadi jalannya sudah tertata rapi. Pertama-tama, parkir saja di area parkir gratis, lalu jalan kaki sambil melihat laut dan menatap Soesokkak dari atas. Karena ini adalah tempat bertemunya air tawar dan air laut, warna airnya sangat unik dan bentuk bebatuan di sekitarnya juga tidak biasa. Kadang terlihat seperti lembah sungai, tapi tiba-tiba tampak seperti laut.

Jaraknya sangat pas untuk jalan santai. Setelah puas berfoto dan menikmati udara segar dari pepohonan sambil berjalan, sekarang saatnya beli tiket dan naik kayak. Aku sangat menyarankan untuk reservasi dari jauh hari. Kadang saat musim liburan, tiketnya bisa habis terjual dan kita tidak bisa naik.

Orang-orang menaiki perahu kecil di atas air jernih di antara tebing batu unik yang ditumbuhi pohon hijau di kedua sisinya.
Rakit yang diikat dengan tali dan perahu kecil mengapung di atas jalur air lebar yang mengarah ke laut.
Orang-orang memakai jaket pelampung sedang mendayung perahu di atas air tenang berwarna hijau tua.

Kalau kamu tidak datang bersama pasangan, aku lebih merekomendasikan naik rakit tradisional daripada kayak yang agak susah dikendalikan. Apalagi kalau yang mendayung rakitnya adalah bapak-bapak yang sudah agak berumur, makin aku rekomendasikan deh. Penjelasannya sangat lucu sampai-sampai rakit penuh dengan suara tawa. Kalau pemandunya orang lain, rasanya cuma sekadar menyampaikan informasi saja. Tapi tetap saja, bisa duduk santai sambil mendengarkan penjelasan tentang Soesokkak dan berfoto-foto bikin uang yang dikeluarkan tidak terasa sia-sia.

Perahu-perahu kecil mengapung di atas air lembah berwarna zamrud dengan tebing batu unik dan pepohonan rimbun menjulang di kedua sisinya.
Perahu-perahu bergerak beriringan menyusuri jalur air yang dikelilingi tebing batu curam dan hutan hijau.
Bebatuan yang terendam di dalam air biru jernih yang tembus pandang dan tebing kasar yang membentang di atasnya.
Kereta kecil yang terbuat dari tong berwarna biru, hijau, kuning, dan merah berbaris di pinggir jalan.

Kata 'Kkak' kabarnya adalah dialek Jeju yang berarti muara. Untuk ukuran muara memang tidak terlalu panjang, tapi pemandangannya sangat unik dan ada pantai yang sangat pendek. Walau tidak bisa dipakai berenang, ombak yang menghantam karang menciptakan pemandangan indah yang cocok banget buat difoto.

Walaupun tadi aku memperkenalkannya sebagai tempat untuk melakukan aktivitas, sebenarnya ini juga tempat yang bagus untuk berfoto dengan berbagai latar pemandangan di satu lokasi. Pantai di sebelahnya persis terdiri dari pasir hitam khas Jeju, jadi kalau difoto akan memberikan nuansa yang unik.

Area berbatu yang ditumbuhi pepohonan terlihat di seberang pantai pasir hitam tempat ombak berdebur.
Beberapa orang berdiri atau berjalan sambil menatap laut di pantai pasir hitam.
Orang-orang bersantai menaiki rakit dan kayak di atas air sungai berwarna hijau tua yang dikelilingi hutan.
Bebatuan unik raksasa berwarna abu-abu terang tersebar luas di dasar sungai yang mengering.
#TinggalSebulanDiJeju #TinggalSetahunDiJeju #TempatMainJeju #TempatMainSeogwipo