slothis · Bahasa Indonesia

60 Beans Seogwipo: Cafe dengan Taman ala Eropa

2022-07-25 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Sebelum kembali ke tempat parkir dari Oedolgae (batu karang di Seogwipo), saya mampir sebentar ke sebuah cafe. Setelah berjalan sedikit menyusuri Taman Oedolgae, muncul taman bunga dan terlihatlah cafe ini. Saya memilih duduk di sini bukan karena rasa kopinya, tapi karena tamannya yang cantik. Entah siapa pemiliknya, tapi rasanya seperti dia membangun cafe ini karena tamannya terasa agak sepi. Tamannya benar-benar terasa seperti daya tarik utamanya, bukan cafenya.

Papan nama kayu bertuliskan Cafe 60 Beans dan pintu masuk.
Orang-orang duduk bersantai di meja di teras luar kafe dengan tenda merah.

Meski begitu, bagian dalam cafenya juga tidak membosankan. Sepertinya pemiliknya menyukai perabotan dan cangkir teh bergaya antik dan botani, karena barang-barang itu dipajang di satu sudut layaknya museum. Tempat ini lebih terasa seperti museum atau kebun raya daripada sebuah cafe. Suasananya mirip dengan bagian depan Botanic Gardens saat saya pergi ke Sydney. Ruangan lainnya juga tidak biasa. Patung dan lukisannya benar-benar terlihat seperti karya seni. Yah, walau saya tidak bisa berkata apa-apa kalau ternyata semuanya "Made in China"...

Ruang dalam kafe dengan meja dan kursi kayu serta lemari antik yang memajang cangkir teh.
Bagian dalam kafe dengan lukisan wajah tersenyum yang tergantung di dinding bata serta meja dan kursi kayu.
Ruangan yang nyaman dengan lukisan pemandangan besar tergantung di dinding bata, di sebelah perapian dan meja bundar kecil.

Harga kopinya luar biasa mahal. Semuanya sangat mahal sampai-sampai bikin bingung mau pesan apa. Sepertinya banyak orang yang masuk karena tempatnya cantik, lalu putar balik setelah melihat harganya.

Papan menu tulis kapur yang berisi berbagai menu dan harga seperti kopi, teh, dan minuman khas.
Sepotong kue, croissant, es kopi, dan minuman dingin di atas meja luar ruangan dengan pemandangan laut.
Sepotong kue, croissant, es kopi, dan minuman tersaji di atas meja luar ruangan dengan pemandangan taman hijau dan laut.

Di bawah ini adalah foto-foto taman yang menjadi kebanggaan 60 Beans. Saya tidak memotret semuanya, hanya beberapa, tapi itu saja sudah menghasilkan banyak foto. Terutama, ada banyak patung yang pasti disukai anak-anak, jadi ini adalah taman yang sangat cocok untuk berjalan-jalan sambil menggandeng tangan anak.

Lautan luas terbentang di balik taman rumput hijau dengan pohon palem dan patung-patung.
Patung batu berbentuk dua ekor kucing, besar dan kecil, yang berdiri di salah satu sudut taman.
Dua kuntum bunga merah mekar di atas tanah.
Pemandangan laut di balik taman rumput hijau yang dipenuhi pohon palem dan patung-patung.
Bunga-bunga merah muda mekar berkelompok kecil dan bulat di antara daun-daun hijau.
Patung dinosaurus berleher panjang yang berdiri di tepi kolam kecil yang penuh dengan daun teratai.
Patung batu berbentuk wanita berkacamata hitam dan seekor anjing terletak di halaman rumput taman yang hijau.
Kuncup-kuncup bunga hydrangea kecil yang belum mekar di antara daun-daun hijau.
Taman dengan pohon palem yang rimbun di belakang patung burung merak dengan bulu ekor yang indah.
Patung anak-anak yang sedang bermain lompat punggung dengan latar belakang laut, dan seekor burung hinggap di atasnya.
Lautan luas terbentang di balik taman rumput hijau yang dihiasi pohon palem dan berbagai patung.