Restoran Mewah La Terrasse di Palawan
Bermain air, meskipun hanya sekadar kecipak-kecipuk, entah kenapa selalu menguras tenaga dan membuat kita kelaparan. Kami juga merasa belum lama bermain di laut, tapi perut sudah keroncongan dan rasanya rindu sekali dengan segelas bir dingin dan ayam goreng. Rencana awalnya adalah pijat dulu lalu makan malam besar dengan tubuh yang rileks, tapi kami sangat lapar sampai merasa tidak apa-apa melewatkan pijat. Sambil mencari tempat yang bagus ke arah pusat kota, kami melihat sebuah tempat yang bersinar sangat terang dan memutuskan untuk masuk.



Entah karena sekarang sedang low season, tidak ada orang sama sekali di sana. Tapi melihat interiornya, sepertinya ini bukan tempat yang murah. Perut lapar dan ingin makan enak, tapi kami juga tidak bisa menghabiskan ratusan ribu Won hanya untuk makan, jadi kami sempat ragu dan bingung saat baru masuk. Entah dia bisa membaca pikiran saya atau tidak sama sekali, pelayan yang sedang bertugas membetulkan posturnya lalu langsung menghampiri dan mengantar kami ke meja. Lalu kami menerima buku menu.
"Oh... ternyata lebih murah dari perkiraan, ya?"
Setelah berseru begitu, saya tidak ingat lagi apa saja yang kami pesan. Setiap kali mendapat rekomendasi, kami berdua dengan semangat memilih sambil berkata, "Wah! Ini kelihatannya enak banget," sampai-sampai kami memesan begitu banyak menu dan khawatir apakah bisa menghabiskannya. Apalagi porsinya juga keluar sangat banyak. Saat makanan datang, kami berdecak kagum dan sibuk memotret, sampai-sampai beberapa meja di sekitar kami menoleh semua. Lalu mereka menunjuk makanan kami dan ikut memesannya. Setidaknya hari ini, kamilah yang jelas-jelas menaikkan omzet restoran ini.





