slothis · Bahasa Indonesia

Restoran Ugong Rock di Palawan: Rasanya Agak Mengecewakan

2019-12-16 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Jarak dari tur Underground River (Sungai Bawah Tanah) sangat jauh dan memakan waktu lama, jadi hari sudah gelap saat kami kembali ke penginapan. Karena merasa harus segera makan malam, kami masuk ke Ugong Rock yang sudah kami incar sebelumnya. Tempat itu sedang mengadakan acara yang meriah, tidak seperti restoran biasa, jadi kami sempat ragu apakah boleh masuk. Namun, staf memberi tahu bahwa restoran tetap buka. Meski tidak mengerti detailnya, dari suasananya saja terlihat jelas bahwa itu adalah acara dari motor Yamaha. Tempat itu dipenuhi motor dan orang-orang, seolah semua anak motor di kota ini berkumpul di sana. Suasana dan jalannya acara terasa seperti festival lokal di pedesaan, tapi karena semuanya anak muda, ada daya tarik tersendiri.

Papan nama Ugongrak Grill & Seafood Bar yang menyala di malam hari.
Zona foto bertuliskan Ugongrak Grill & Seafood Bar dengan latar belakang hiasan batu dan bunga.
Berbagai sepeda motor yang dipamerkan di atas panggung untuk acara Yamaha Bike Night.
Sepeda motor modifikasi yang dipamerkan di atas panggung beserta piala-piala di depannya.
Malam Motor Yamaha
Sepeda motor modifikasi mewah yang diparkir di tempat acara luar ruangan dan orang-orang yang duduk di meja.
Band yang sedang tampil di panggung dengan lampu biru dan orang-orang yang menontonnya.
Penyanyi tamu yang sibuk bernyanyi dan melawak

Setelah masuk dan duduk, awalnya saya puas melihat harganya. Kami pun memesan makanan dengan semangat, tapi butuh waktu lama sampai makanannya disajikan. Sepertinya mereka lebih mengutamakan persiapan acara sehingga pesanan kami jadi terlambat. Mungkin karena harganya lebih murah dibandingkan 'La Terrasse' yang kami kunjungi kemarin, kualitas makanannya terlihat agak kurang. Hanya sedikit lebih baik dari prasmanan yang kami makan hari ini? Bukannya tidak bisa dimakan, tapi karena makan malam kemarin sangat berkesan, rasanya jadi agak mengecewakan. Kalau saya datang ke sini lagi, sepertinya saya hanya akan makan malam di 'La Terrasse'.

Dua botol bir San Miguel Pale Pilsen yang dibenturkan untuk bersulang.
Hidangan ikan goreng yang disajikan dengan saus merah dan sayuran.
Pencahayaannya sangat gelap, jadi saya terpaksa memakai filter
Nasi goreng berisi wortel dan daun bawang yang disajikan menumpuk di piring putih oval dengan sendok tertancap di dalamnya.
Tumisan udang, daging, dan sayuran dengan saus kecap disajikan di atas pelat besi berhiaskan cangkang kerang.
Sepiring nasi goreng dan hidangan ikan goreng berbalut saus merah terletak di atas meja kayu.
Mungkin seperti inilah warna aslinya
Hidangan kuah bening berisi kerang besar, cabai, dan sayuran disajikan di mangkuk putih dengan sendok sayur di dalamnya.
Sup kerang dengan serai ini yang paling enak. Rasanya sangat menyegarkan padahal saya tidak banyak minum alkohol. Cita rasa yang pasti disukai orang Korea
Sedikit nasi goreng, tumis daging udang, dan daging ikan bersaus merah disajikan di piring putih.
Nasi goreng, hidangan ikan, sup kerang, tumis daging, dan botol bir tersaji di meja kayu, sementara orang yang duduk di seberang sedang mengelap tangannya.