slothis · Bahasa Indonesia

Jalan-Jalan di Old Town San Diego, Taman Sejarah

2026-08-15 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Saat sendirian di San Diego, saya bingung mau jalan-jalan sore ke mana, lalu akhirnya memutuskan pergi ke Old Town San Diego. Mendengar namanya saja, saya kira tempat ini bakal terasa seperti desa koboi berdebu atau gurun gersang ala film koboi Amerika. Karena sedang mencari tempat yang enak buat jalan kaki setelah makan malam, saya pun pergi ke sana dengan santai.

Papan nama pintu masuk Old Town San Diego State Historic Park yang berdiri di jalanan malam yang gelap.

Tapi begitu melewati papan nama di pintu masuk dan berjalan ke dalam, suasananya malah lebih mirip desa Meksiko yang dipindahkan utuh ke sini daripada era Wild West. Mungkin karena San Diego berbatasan langsung dengan Meksiko, jadi pengaruhnya terasa sangat kuat. Kalau di Korea, rasanya mirip Desa Rakyat (Korean Folk Village), tapi dengan pemandangan yang jauh lebih eksotis.

Peta panduan yang menunjukkan lokasi museum dan restoran di Old Town San Diego State Historic Park.

Melihat peta panduannya, area museum, restoran, dan toko ternyata lumayan luas. Karena sudah malam, agak susah untuk menjelajahi setiap sudutnya, tapi secara keseluruhan ukurannya pas banget buat jalan-jalan santai.

Eksterior bangunan kayu Cosmopolitan Hotel berlantai dua yang diterangi lampu pada malam hari.

Saat berjalan, mata saya tertuju pada bangunan kayu dua lantai yang cukup keren dengan tulisan Cosmopolitan Hotel. Melihat balkon yang menyala dan tangga kayu yang kasar, saya jadi membayangkan zaman dulu ketika kereta kuda berhenti dan orang-orang menginap di sini. Memang tidak mewah, tapi pesona kuno dari era tersebut masih sangat terasa.

Papan tanda yang menginformasikan tur hantu dan pengalaman berburu hantu di dalam Old Town.

Sambil terus berjalan, saya menemukan sesuatu yang lumayan lucu. Di tengah taman sejarah ini, ada papan tanda yang menawarkan tur rumah hantu. Tur berburu hantu, katanya. Saya penasaran apakah memang ada hantunya atau cuma sekadar konsep, tapi karena tidak punya keberanian buat masuk sendirian, saya cuma melihat-lihat dari luar. Di dekat papan tanda itu, ada mesin peramal Zoltar pengabul permintaan seperti yang pernah saya lihat di film 'Back to the Future' atau 'Big', yang bikin perasaanku jadi agak aneh.

Eksterior malam hari dari toko Leather Depot yang menjual produk kulit.

Jalan sedikit lagi, saya melihat toko kerajinan kulit yang kental dengan nuansa jadul. Sepertinya mereka menjual produk seperti sabuk kulit atau pelana kuda. Dinding luar berwarna putih yang sudah usang dan pintu hijaunya benar-benar terasa seperti lokasi syuting film koboi zaman dulu. Sebenarnya, meski namanya Old Town, tidak ada atraksi yang sangat spesial atau mewah di sini. Daya tarik tempat ini ya sekadar berjalan-jalan sambil melihat-lihat toko-toko kecil seperti ini.

Pemandangan jalan malam di Old Town Market yang menjual berbagai suvenir seperti pakaian gaya Meksiko dan selimut.

Begitu masuk lebih dalam ke area pasar, ada banyak tempat yang menjual suvenir seperti pakaian tradisional Meksiko dengan pola mencolok atau pajangan tengkorak yang unik. Tempat ini penuh dengan barang-barang yang mungkin bakal kita temukan kalau pergi ke pasar saat liburan ke Meksiko. Saya pun melihat-lihat dengan santai dan akhirnya membeli satu suvenir kepala tengkorak yang saya suka.

Papan garis waktu yang merangkum peristiwa sejarah utama di Old Town San Diego berdasarkan tahun.

Di salah satu sisi dinding, ada garis waktu yang menjelaskan sejarah Old Town San Diego. Kabarnya, ini adalah tempat pertama kali orang Eropa menetap di California pada tahun 1769. Makanya, tempat ini juga disebut sebagai tempat lahirnya California. Katanya, setelah kota baru dibangun, pusat kota pun berpindah, dan tempat ini dibiarkan menjadi taman sejarah. Awalnya saya kira ini cuma taman hiburan yang mengumpulkan bangunan-bangunan tua, ternyata tempat ini punya makna sejarah yang sangat besar.

Bus Town Trolley dengan lampu warna-warni yang berhenti di jalan sebelah area pertokoan pada malam hari.

Di dekat alun-alun, ada juga bus troli yang sedang berhenti untuk mengangkut wisatawan. Karena sudah malam, bus itu menyalakan lampu yang terang benderang. Kalau naik itu, sepertinya kita bisa berkeliling dengan nyaman. Karena siang harinya saya sudah banyak berjalan kaki untuk melihat-lihat berbagai toko seperti Best Buy dan Ross, saya jadi agak tergoda untuk naik bus tersebut.

Sejujurnya, kalau kamu datang ke sini dengan harapan melihat taman hiburan yang megah atau atraksi yang luar biasa, kemungkinan besar kamu tidak akan terlalu menikmatinya dan malah kecewa. Soalnya, ini bukan tempat yang penuh dengan hiburan tanpa henti. Saya lebih merekomendasikan tempat ini buat orang-orang yang suka jalan santai dan ingin melihat-lihat tanpa beban.

Walaupun tidak terasa sangat spesial, ini adalah tempat yang lumayan oke buat jalan-jalan sambil mengintip sedikit suasana jadul ala Meksiko di San Diego. Kalau nanti saya datang lagi ke San Diego, tempat ini mungkin tidak wajib dimasukkan ke dalam jadwal, tapi masih layak buat dikunjungi lagi sekadar untuk jalan-jalan kalau kebetulan lewat di dekatnya.

Bagian dalam toko dengan ponco warna-warni yang tergantung di langit-langit dan berbagai suvenir seperti topeng Lucha Libre dan celemek Frida Kahlo yang dipajang.
Koki yang sedang memanggang tortilla di atas wajan besi terlihat dari balik jendela di bawah papan nama Old Town Mexican Cafe.
Kerajinan keramik Talavera berbentuk tengkorak yang dicat warna-warni dipajang di atas rak kayu.
Mesin peramal Zoltar dengan boneka berpakaian kuning dan bersorban yang menatap bola kristal bercahaya hijau.
Mesin Zoltar yang pernah saya lihat di film 'Back to the Future' atau 'Big'
Tiga patung kayu berbentuk koboi yang berdiri memegang pistol di atas trotoar jalanan malam yang gelap.
Berbagai jenis cerutu yang tersusun rapi di dalam etalase kayu berlabel My Father Cigars.
Orang-orang yang mengantre dan menunggu di teras berpilar putih di depan bangunan bata merah pada malam yang gelap.
Papan nama Museum Whaley House yang bertuliskan rumah paling berhantu di Amerika beserta orang-orang yang mengantre di belakangnya.
Papan penunjuk jalan persimpangan dari kayu yang mengarah ke San Diego Avenue dan Harney Street di bawah langit malam.