slothis · Bahasa Indonesia

Kafe Kkotjari di Cheongdo: Patbingsu & Taman Botani

2023-12-18 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Saya beranjak dari Daegu dan pergi ke Cheongdo yang punya pemandangan alam indah. Kalau dengar Cheongdo, saya biasanya cuma kepikiran adu banteng, tapi ternyata aslinya pemandangannya sangat bagus. Untuk warisan budayanya, ada Benteng Cheongdo Eupseong. Mungkin karena dikelola oleh pemerintah provinsi, tembok benteng dan taman bunganya terhampar indah, bikin suasana hati jadi senang saat berjalan-jalan mengelilinginya. Ditambah lagi cuacanya cerah, rasanya benar-benar menyenangkan.

Pemandangan jalan setapak dan tembok benteng di sebelah halaman rumput hijau dan kolam
Dua orang berjalan di jalan setapak dengan kolam dan alang-alang
Papan informasi yang menjelaskan sejarah dan proses restorasi Cheongdo Eupseong (Benteng Kota Cheongdo)
Orang-orang berjalan di atas tembok benteng yang dipasangi bendera beserta pemandangan sekitarnya

Setelah pelan-pelan mengelilingi tembok benteng, saya mulai haus dan sangat merindukan AC. Tepat di sebelahnya ada sebuah hanok (rumah tradisional Korea) yang sama indahnya dengan benteng tersebut, dan ternyata itu adalah sebuah kafe. Namanya memang terdengar agak kuno, 'Kkotjari', tapi ukuran dan pengelolaannya luar biasa rapi, seolah-olah dijalankan oleh perusahaan besar. Saat masuk, kita disambut oleh pagoda batu padahal ini bukan kuil, sampai-sampai saya sempat celingukan menebak-nebak apakah ini kafe, kuil, atau tempat suci.

Taman kafe hanok (rumah tradisional Korea) dengan jalan berbatu, pagoda batu, dan mobil mainan
Bunga-bunga merah muda pucat bermekaran dengan latar belakang bangunan hanok
Orang-orang menghabiskan waktu di dalam kafe hanok dengan pilar kayu dan kasau yang terlihat
Tungku pemanas hitam di dalam kafe dan vas bunga lili kuning di atasnya

Suasana tenang dan damai ini terus berlanjut sampai ke dalam kafe. Kursi-kursi yang terlihat seperti dari era sebelum 70-an dan anglo yang sepertinya dipakai pada masa penjajahan Jepang membuat saya merasa seperti kembali ke masa lalu.

Karena cuacanya panas dan suasananya sangat klasik, saya memesan patbingsu (es serut kacang merah) dan tteok (kue beras). Tidak lama kemudian makanannya datang, dan tampilannya sama sekali tidak biasa. Porsinya sangat besar sampai mustahil dihabiskan sendiri. Patbingsu-nya dihiasi pola yang mirip maksaegi (genteng ujung atap tradisional—saya baru tahu namanya setelah googling), dan tteok-nya sangat kenyal sampai bikin ketagihan sejak gigitan pertama. Wadahnya pun bukan mangkuk biasa, melainkan mangkuk kuningan yang membuat makanannya terlihat elegan dan berkelas.

Patbingsu (es serut kacang merah) di mangkuk kuningan dan tteok (kue beras) di piring yang diletakkan di atas nampan
Patbingsu dan tteok, serta botol sirup kecil di atas meja dekat jendela
Tampilan atas patbingsu yang dihiasi dengan kesemek kering, kacang-kacangan, dan tteok

Daya tarik Kkotjari tidak berhenti setelah kita selesai makan patbingsu di dalam. Setelah minum teh, kita harus pergi ke belakang bangunan untuk melihat sorotan utama dari kafe ini. Ada sebuah taman botani kecil yang dikelola dengan sangat baik, sampai-sampai saya penasaran siapa pemiliknya, dan rasanya seperti mereka mempekerjakan tim khusus untuk merawatnya.

Melihat ada pot-pot tanaman kecil yang dijual, sepertinya ini bukan sekadar hobi belaka. Ukurannya lumayan besar, jadi kita bisa jalan-jalan santai mengelilinginya seperti saat mengitari Benteng Cheongdo Eupseong. Di beberapa titik juga ada paviliun dan bangku untuk beristirahat, jadi pasti seru melihat bunga dan tanaman yang berganti-ganti sepanjang empat musim. Makanya, ini bukan tipe tempat yang cukup dikunjungi sekali saja, tapi tempat yang ingin saya datangi berkali-kali untuk melihat perubahan cuaca dan pemandangannya. Walaupun mungkin tidak bisa sering-sering ke sini, ini adalah tempat yang selalu ingin saya singgahi kalau sedang berada di dekat sini.

Gazebo kayu di tengah taman yang dikelilingi pepohonan hijau dan tanaman
Sekumpulan bunga lili oranye yang bersinar terang terkena sinar matahari
Buah-buah merah yang menggantung lebat di dahan pohon
Jalan berbatu dengan berbagai bunga dan rumput yang tumbuh subur di kedua sisinya
Berbagai jenis pot tanaman sukulen dipajang di rak luar ruangan dan disiram dengan alat penyiram


#WisataCheongdo #WisataDaegu #KafeBotani #TempatWisataCheongdo #KafeGyeongsangbukdo