slothis · Bahasa Indonesia

Marestar Hongdae: Restoran Bebas Corkage & Ramah Hewan

2020-11-21 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Bagi pecinta wine, pasti selalu bingung "di mana kita harus buka botol wine ini?". Apalagi kalau kumpul banyakan, biaya corkage (buka botol) 10.000 atau 20.000 KRW per botol bisa menumpuk sampai seharga makanannya. Belum lagi kalau gelas winenya tidak diganti?

Kadang kita juga ingin makan bareng anjing atau kucing peliharaan, tapi kebanyakan restoran melarang hewan masuk. Karena bulu yang beterbangan bisa mengganggu tamu lain, lumayan susah mencari restoran yang ramah hewan peliharaan.

Solusi pas untuk masalah ini adalah Marestar di Hongdae (kawasan populer di Seoul) yang akan saya bahas hari ini.

Bagian luar restoran Marestar dengan lampu menyala di malam yang gelap.
Poster dinding dengan pemberitahuan gratis biaya buka botol wine.
Menu kertas yang bertuliskan menu pasta, rice bowl, dan risotto.
Menu kertas yang bertuliskan menu piza, menu spesial, dan minuman.

Meskipun tertulis bebas corkage, ada satu aturan. Kita wajib memesan satu menu corkage. Kalau datang sendiri mungkin agak berat, tapi kalau banyakan harganya tidak terlalu membebani. Saya sangat merekomendasikan Mare Plate dan Manzo Funghi karena ini adalah menu andalan mereka yang cocok dinikmati bersama wine. Karena kami lebih suka daging daripada jamur, kami pilih Mare Plate.

Satu hal yang disayangkan, sebagian besar menunya lebih cocok dengan red wine, jadi tidak ada makanan yang pas untuk white wine atau sampanye. Oleh karena itu, sebaiknya siapkan pilihan red wine saja kalau ke sini.

Platter berisi daging, udang, tomat, keju, dan saus di atas piring persegi panjang.

Entah kenapa pemilik restoran ini suka banget pakai jamur, tapi teman-teman minum wine saya cukup memuji menu-menu berjamurnya. Makanya, salah satu menu wajib pesan kalau ke sini adalah Funghi Pizza (pizza jamur). Padahal ada pizza Gorgonzola yang dicelup madu, tapi saya masih tidak paham kenapa mereka malah pesan yang ini. (Sebagai catatan, selera makan saya seperti anak kecil).

Piza dengan taburan keju yang melimpah di atas wajan hitam.

Karena terlalu fokus bahas bebas corkage, saya jadi mengenalkan menu-menu berat duluan. Padahal, menu yang paling diandalkan dan diakui enak di sini adalah pastanya. Ada anggapan kalau pasta itu bukan makanan yang susah dibuat, ibaratnya seperti mi instan kalau di negara kita. Tapi buat saya yang sama sekali tidak bisa masak, mi instan pun ingin saya makan dengan layak. Restoran ini menyajikan pasta yang bikin kita ingin menghabiskannya sampai bersih tak bersisa, jadi menurut saya sangat layak dipesan meskipun dianggap makanan sekelas mi instan.

Pasta tomat makanan laut di dalam mangkuk oval berwarna putih.
Bagian dalam restoran dengan lampu gantung menyala, terdapat meja kayu panjang dan kursi besi berwarna putih.

Ada meja untuk rombongan, dan meskipun boleh bawa hewan peliharaan, lantainya tidak kotor dan tidak ada bulu beterbangan. Makanannya lumayan enak (makanan jenis ini biasanya disukai semua orang jadi agak susah menilainya) dan asyiknya kita bisa minum wine sepuasnya. Kadang anjing di meja sebelah menatap tajam seolah minta disuapi, jadi entah kenapa saya kadang makan sambil merasa sungkan.

Kalau kamu tidak suka anjing atau kucing, tempat ini mungkin tidak direkomendasikan. Karena ada anjing di tempat makan, kalau mereka tidak terlatih dengan baik, gonggongannya bisa sangat mengganggu waktu makan. Mereka juga bisa heboh kalau bertemu anjing lain, pokoknya macam-macam situasinya. Selama dua kali ke sini sih saya belum pernah mengalami hal itu, tapi untuk berjaga-jaga, saya sarankan cari tempat lain kalau untuk meeting penting atau kencan.

Platter berisi daging, udang, tomat, dan keju beserta gunting dan penjepit.
Di atas meja kayu terdapat piza dengan pugasan sayuran dan saus putih, serta pasta berisi udang.
Piring putih berisi pasta saus merah yang disajikan dengan udang, asparagus, dan sayuran kecambah.
Mengangkat sepotong piza dengan adonan tipis yang diberi pugasan sayuran hijau, bubuk keju, dan saus putih melimpah menggunakan spatula piza.
Udang dan daging panggang, caprese tomat, saus, dan lainnya disajikan berlimpah di atas piring putih panjang.
Di meja dekat jendela terdapat dua botol wine, gelas wine, sisa piza, dan piring berisi udang serta daging panggang.
Di belakang dua gelas berisi red wine, terdapat piza dan pasta makanan laut yang berisi kerang.
Seseorang memotong daging panggang di atas piring menggunakan gunting, dengan piza dan pasta terletak di sekitarnya.
#KulinerHongdae #WineHongdae #RamahHewan #BebasCorkage #BebasCorkageHongdae #HewanPeliharaanHongdae #KafeHewanHongdae #MakanBawaHewanHongdae #AnjingHongdae #CorkageWineHongdae