slothis · Bahasa Indonesia

Solo ke Lok Kawi Wildlife Park di Kota Kinabalu

2018-07-15 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Melanjutkan tulisan sebelumnya, ini adalah catatan perjalanan seorang pria Asia yang jalan-jalan sendirian ke Lok Kawi Wildlife Park di Kota Kinabalu.

Siang hari di Asia Tenggara tidak hanya membuat manusia kelelahan, tapi juga semua hewan. Bisa dibilang ini waktu yang damai, ya? Tidak ada satu pun hewan yang nafsu makan, mereka cuma berbaring di tempat teduh dan tidur dengan mulut terbuka. Kalau ada satu hewan yang paling kasihan di antara mereka, itu adalah kuda miniatur, atau kuda poni kalau di tempat kita. Walaupun dindingnya sudah digambari mural dan dibuat cantik, kuda itu berdiri membelakangi dinding sambil terengah-engah dengan wajah yang sangat menyedihkan. Harusnya dimandikan sedikit kek, beda banget sama muralnya sampai aku yang lihat jadi malu sendiri.

Seekor kuda poni dengan bulu campuran cokelat dan putih
Lukisan kuda putih di dinding
Ini sih agak terlalu menipu, ya?
Seekor sapi cokelat bertanduk besar berdiri di atas tanah berlumpur
Seekor sapi cokelat bertanduk besar sedang minum air dari bak plastik biru
Sapi bertanduk panjang yang tidak bisa dilihat di Korea. Layaknya sapi, matanya terlihat sangat lembut.

Setelah mengelilingi setengah kebun binatang, aku sampai di kebun raya yang ada di seberang pintu masuk. Sempat ragu mau masuk atau tidak, tapi akhirnya aku masuk dengan niat memotret bunga-bunga cantik (kalau ada) untuk Ibu Kim di rumah, yang cintanya pada tanaman melebihi ahli botani. Tapi aku segera sadar kalau itu adalah sebuah kesalahan. Biasanya kebun raya itu penuh tempat teduh dan jadi tempat yang pas untuk berlindung dari sinar matahari, kan? Entah kenapa aku berharap di dalam hutan buatan ini bakal terasa sangat sejuk, tapi nyatanya sama panas dan lembapnya. Terlebih lagi, entah kenapa jalannya dibuat begitu panjang, rasanya tidak ada ujungnya walau sudah terus berjalan. Bahkan ada tangga segala!! Bunganya juga tidak banyak dan cuma penuh dengan pohon-pohon menyeramkan, jadi sebisa mungkin aku tidak menyarankan jalan kaki di sini. Kalau kalian pasangan kekasih, mungkin bisa jalan-jalan santai sambil ciuman di dalam, tapi kalau jalan sendirian, ini sih jalan penderitaan.


Papan tanda selamat datang di pintu masuk Kebun Raya Lok Kawi
Papan informasi dengan penjelasan tentang tanaman kantong semar (Nepenthes)
Nepenthes (alias kantong semar) yang cuma ada penjelasannya saja
Tanaman yang tumbuh di bawah papan tanda bertuliskan jahe
Capek sih, apa cabut satu akar aja bawa pulang ya...
Bunga lili perdamaian (Spathiphyllum) putih mekar dengan latar belakang hutan
Bunga merah mekar di antara daun-daun hijau
Tanaman dengan daun merah memanjang yang menonjol di antara daun-daun hijau
Jalur pejalan kaki di hutan hujan tropis yang lebat dengan sinar matahari yang menyusup masuk
Terus kepikiran kalau aku juga mulai asal-asalan ambil foto.
Tangga kayu yang dibangun di sepanjang lereng di dalam hutan
Apa kebun raya benar-benar butuh tangga tanpa ujung seperti ini? ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

Duri-duri panjang dan tajam yang tumbuh rapat di permukaan batang pohon
Bahayanya kebun raya ini adalah kalau kamu pecicilan atau bersandar ke pohon karena capek, kamu bisa-bisa masuk UGD. Beberapa pohon punya sistem pertahanan diri seperti ini yang tidak akan pernah bisa dilihat di Korea. Makanya, sepanas apa pun dan segila apa pun rasanya, kamu harus tetap fokus dan hati-hati saat berjalan.

Setelah susah payah melewati kebun raya, ada tempat jualan cola di lokasi yang benar-benar strategis. Pikiranku dipenuhi prasangka jangan-jangan alasan kebun raya ini dibuat begitu melelahkan adalah supaya toko ini bisa meraup untung. Tapi tetap saja, minum segelas cola bikin pikiranku langsung jernih dan rasanya seperti hidup kembali. Siapa bilang minuman bersoda itu makanan terburuk yang tidak sehat buat tubuh!?

Entah karena waktu sudah agak berlalu atau hewan-hewan di area ini memang lebih berenergi, hewan-hewan di jalan pulang ini tampak penuh semangat, beda dengan hewan-hewan di jalan berangkat tadi. Jenisnya sepertinya tidak jauh beda, tapi anehnya mereka terlihat sangat bertenaga, sepertinya karena matahari sudah mulai turun.

Seekor kuda poni berwarna cokelat dan putih sedang memakan rumput yang berserakan di tanah
Kuda poni cantik kita juga sudah mulai pulih tenaganya dan mulai makan. Tapi dia kelihatan kesepian banget.
Burung emu menatap kamera dari balik pagar kawat berduri
Aku tahu orang yang mirip sama dia..
Tiga ekor berang-berang berenang di air kehijauan dengan kepala menyembul
Keluarga berang-berang yang paling bikin iri di kebun binatang ini. Hewan lain boro-boro ada air, tempat teduhnya saja kecil, tapi karena mereka berang-berang, mereka bisa berenang dan main di genangan air yang bagus ini.
Seekor monyet hitam duduk di atas pohon sambil berpegangan pada dahan
Seekor monyet hitam duduk di atas pohon yang dipenuhi daun hijau lebat
Monyet yang lagi asyik nontonin orang. Sekarang agak bingung siapa yang lagi nontonin siapa.
Orang dewasa dan anak-anak melihat ke arah kolam dan hutan dari gazebo kayu
Pemilik asli kebun binatang ini.
Seekor harimau menyeberangi kolam dangkal berair hijau
Seekor harimau berjalan di jalur tanah di sebelah padang rumput
Akhirnya harimaunya bergerak!!! Dan dua bayi langsung menangis bersamaan!!! ;;;;;;;;;
Tampak belakang seorang anak berbaju terusan merah muda berjalan sambil menggandeng tangan orang dewasa
Dua ekor beruang hitam sedang mencari makan di atas tanah
Seekor beruang hitam berdiri dengan kaki belakangnya sambil melihat ke atas
Bukannya beruang dada bulan sabit itu katanya cuma ada di Korea, ya?
Seekor beruang hitam berdiri bersandar di dinding beton dan beruang lain berjalan di belakangnya
Para pengunjung melihat ke bawah dari dek kayu ke arah dua ekor beruang hitam di dalam kandang
Dia benar-benar menari dengan dua kaki, mungkin mengira bakal dikasih makan. Entah dia bertingkah lucu karena penasaran sama bayi atau apa, tapi dia beneran menari. Kalau hewan lain menatap orang dengan pandangan "Duh, bosan banget. Pengen cepat pulang kerja", beruang di sini malah kayak "Ayo main! Ayo main!!! Woi turun sini ayo main!!!!!"
Sekawanan gajah berkumpul di bawah tempat teduh yang terbuat dari tiang-tiang kayu
Keluarga gajah yang semuanya punya mata tersenyum. Mungkin karena cuaca sudah agak sejuk, keluarga ini juga mulai keluar dari tempat teduh dan jalan-jalan santai.
Seekor gajah kecil berdiri di tepi genangan air dangkal sambil menjulurkan belalainya
Tiga ekor gajah besar dan kecil berdiri di padang rumput di balik pagar rendah
Ibu dan anak?
Seekor gajah besar berdiri memamerkan gading panjangnya dari balik pagar besi
Gajah yang sepertinya bos di kelompok ini. Badannya paling besar dan kalau dia datang, semuanya pada nggak suka. Persis kayak manajer yang suka semena-mena!!!
Dua ekor gajah menikmati mandi sambil berendam separuh badan di air berlumpur
Seekor burung beo berbulu merah bertengger di dalam kandang kawat sambil memegang makanan dengan kakinya
Seekor hewan kecil berwarna hitam dengan ekor lebat memakan makanan dari piring logam di dalam kandang kawat
Tampak belakang seekor hewan hitam memanjat ke atas di dalam kandang kawat
Makanan burung dihabiskan sama si beruk itu. Burung-burung yang bodoh banget malah nggak ngusir, cuma ngeliatin bengong terus sesekali bunyi "Kuaaaaaakkk~~~".
Berbagai patung hewan seperti monyet dan badak ditempatkan di taman yang dipenuhi pohon dan rumput lebat

Sayang kalau foto hewan-hewan yang kuambil satu per satu ini tidak diunggah, jadi aku masukkan saja semuanya tanpa ragu. Alhasil postingannya jadi panjang banget padahal isinya nggak seberapa. Apa 10 tahun lagi pas aku baca ini, aku bakal bergumam 'Ah~~ dulu begini ya'? Kalau aku baca postingan ini lagi, rasanya aku malah bakal kehausan daripada merasa terkesan.


Pengeluaran (kalau dihitung konservatif dikali 300 Won, jadinya dalam mata uang Korea)

Pengeluaran hari ini : RM 876.7

Total biaya perjalanan : 2875000 KRW + RM 2522.58