slothis · Bahasa Indonesia

Sumang Son Kalguksu: Mie Lezat Dekat Mulyeongari Jeju

2021-11-25 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Hari ini adalah hari pertamaku mendaki oreum (bukit vulkanik) sejak pindah ke Jeju. Aku memutuskan untuk pergi ke Mulyeongari Oreum dan mencari tempat makan siang di perjalanan. Karena lokasinya di area pertengahan gunung, hanya ada sedikit tempat makan, tetapi aku mampir ke Sumang Son Kalguksu yang ulasannya paling bagus.

Area parkirnya sempit, hanya muat untuk sekitar tiga mobil, dan ini adalah kedai kecil yang hanya memiliki sekitar enam meja. Bagian luar dan dalam kedai yang sama sekali tidak mewah ini justru membuatku berharap tempat ini adalah restoran yang enak.

Eksterior restoran Sumang Son Kalguksu dengan dinding luar kuning dan papan nama merah.
Papan menu dan pengumuman restoran Sumang Son Kalguksu yang tergantung di dinding kayu.

Harganya murah, hanya 7.000 KRW, jadi aku merasa senang saat memesan. Pilihanku jatuh pada Bajirak Kalguksu (sup mie kerang).

Tidak lama setelah memesan, makanannya disajikan bersama kimchi. Saat mencicipi kuahnya, rasanya sedikit hambar. Jadi, aku menaburkan lada dan memakannya, barulah muncul rasa pedas dan segar. Mienya kenyal dan teksturnya enak saat dikunyah, mungkin karena dibuat langsung dengan tangan. Untuk hidangan kalguksu, kimchi sebenarnya lebih penting daripada mienya sendiri. Aku tidak tahu apakah mereka membuat kimchinya sendiri, tapi teksturnya renyah dan sangat pas dimakan bersama kalguksu.

Rasanya memang lebih ringan dibandingkan kalguksu yang biasa kumakan di Seoul, tapi semakin banyak dimakan, rasa pedasnya semakin terasa. Meskipun sudah kuaduk, sepertinya potongan cabainya mengendap di dasar mangkuk. Karena rasanya agak hambar, aku menambahkan sedikit kuah kimchi, dan barulah bumbunya terasa pas meskipun hanya memakan mienya saja. Sepertinya mereka sengaja membuat bumbunya ringan agar pas saat dimakan bersama kimchi.

Hal yang paling berkesan adalah kerangnya (bajirak). Ukurannya besar dan porsinya sangat banyak. Mereka juga memberikan mangkuk makgeolli (arak beras tradisional), dan cangkang kerangnya menumpuk penuh di dalamnya. Awalnya aku mengira porsinya sedikit karena disajikan dalam mangkuk baja tahan karat yang kecil, tapi wow, perutku jadi sangat kenyang sampai aku khawatir apakah aku masih bisa mendaki nanti.

Meja kayu dengan semangkuk kalguksu kerang dan lauk pendamping kimchi serta kkakdugi (kimchi lobak).
Bajirak kalguksu (mi kerang) berkuah bening dengan taburan wortel dan daun bawang.
Kuah dan mi dari kalguksu yang berisi kerang dan sayuran.
Daging kerang yang dijepit dengan sumpit.
Tumpukan cangkang kerang kosong di dalam mangkuk kuningan kecil.

Mulyeongari Oreum adalah bukit dengan banyak anak tangga yang mungkin agak melelahkan bagi orang yang jarang berolahraga. Kita perlu mengisi perut sebelum atau sesudah mendaki, dan kalguksu di kedai ini adalah pilihan yang sangat tepat. Jaraknya hanya 5 menit dengan mobil, makanannya cepat disajikan, dan rasanya enak. Parkir memang sedikit masalah, tapi sepertinya kalau sedang ramai, pelanggan akan parkir di pinggir jalan. Mungkin akan sedikit mengganggu lalu lintas, tapi karena jalanan ini tidak terlalu ramai dilewati mobil, sepertinya tidak masalah.

Kesimpulannya, kombinasi Mulyeongari Oreum dan Sumang Son Kalguksu bisa membuatmu menghabiskan setengah hari yang menyenangkan di Jeju.


#RestoranSeogwipo #BeliPakaiUangSendiri #RestoranMulyeongari #KalguksuSeogwipo