slothis · Bahasa Indonesia

Budnamujib Gangnam: Daging & Galbitang Mahal yang Sepadan

2018-08-23 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Pada tahun 2021, restoran ini masuk dalam daftar Michelin Plate. Mungkin karena harganya, tempat ini tidak sampai mendapat predikat Bib Gourmand, tapi saya tetap senang melihat restoran favorit saya masuk daftar.


Kalau disuruh menyebutkan salah satu restoran paling enak saat saya tinggal di Gangnam (distrik populer di Seoul) waktu kecil, jawabannya adalah Budnamujib. Sampai sekarang, kalau ada perayaan besar di keluarga atau saat ingin menjamu orang lain dengan sebaik mungkin, kami rela datang jauh-jauh ke Budnamujib. Meskipun harga dagingnya sangat mahal dan kita tidak perlu repot karena semuanya dipanggang dan dipotongkan oleh staf, suasananya tetap ramai dan berisik seperti kedai BBQ biasa di lingkungan sekitar. Ternyata ada cabang restoran ini di dekat kantor, jadi saya mampir untuk makan siang.

Tentu saja, karena harganya yang mahal cukup bikin kantong menjerit, menu termurah di sini adalah sogogi gukbap (sup nasi daging sapi) seharga 12.000 KRW. Teman-teman yang datang bersama saya memesan menu termurah ini untuk sekadar mencoba, tapi kami langsung sadar bahwa tempat ini mahal bukan tanpa alasan. Saya juga suka karena kita tidak akan dipandang sebelah mata meskipun memesan menu yang paling murah. Yah, sebenarnya itu juga tidak murah sih... Dan kalau menu makan siangnya saja segini, harga daging seperti jumulleok (daging sapi marinasi) pasti bikin merinding.

Sup berkuah merah di dalam mangkuk tanah liat dan semangkuk nasi
Penataan meja dengan sup, nasi, dan berbagai lauk pauk di sekeliling panggangan
Sogogi gukbap yang banyak dipuji karena dagingnya melimpah dan porsinya ternyata sangat besar, tidak seperti kelihatannya.

Dulu saya pernah dengar rumor dari orang-orang tua kalau Budnamujib punya serikat pekerja dan membagikan keuntungannya sebagai insentif. Mereka memuji habis-habisan pola pikir pemiliknya dan bilang kalau restoran seperti ini harusnya diperbanyak, tapi saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Terlepas dari kebenarannya, pola pikir dan sikap pelayanan para staf di sini sepertinya layak dijadikan materi pelatihan tentang "cara melayani di restoran BBQ".

 


Saya kembali mengunjungi cabang Budnamujib saat Malbok (hari terakhir musim panas di Korea).

Karena bertepatan dengan Malbok, kali ini saya memesan galbitang (sup iga sapi) yang harganya sedikit lebih mahal. Ada pilihan daging Hanwoo (sapi premium Korea) dan sapi Amerika, harganya masing-masing 28.000 KRW dan 23.000 KRW. Hanwoo-nya sudah Sold out! Walaupun sangat mahal, sepertinya menu ini terjual dengan kecepatan yang mengerikan. Saat saya bertanya kepada staf, katanya menu itu biasanya sudah habis sebelum jam 12 siang, jadi kita harus datang sebelum jam segitu. Apalagi harganya juga naik setiap tahun, benar-benar restoran yang sangat optimal dengan sistem kapitalisme. 

Tapi, meskipun pakai daging sapi Amerika, rasanya tetap sangat enak.


Karena ini adalah restoran yang biasa dikunjungi saat ada momen bahagia, jadi ada banyak foto tambahan. Ini adalah daging di cabang utama yang saya makan bersama keluarga sebelum pergi menonton musikal Lion King. 

 

Meja dengan berbagai lauk pauk seperti salad dan sayuran berbumbu (namul) di sekitar panggangan
Dagingnya memang enak, tapi lauk pauk pendampingnya juga rapi dan lezat. Tapi tetap saja, agak sulit untuk sering-sering datang ke sini karena harganya..
Daging berbumbu yang sedang dipanggang di atas panggangan kawat

 

 


#RestoranEnak #KulinerGangnam #GalbiGangnam