slothis · Bahasa Indonesia

Canf Chicken Gyodae, Seoul: Ayam Pedas yang Lezat

2018-08-25 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Sepulang kerja, seorang rekan mengajak makan chimaek (ayam goreng dan bir) dan saya langsung setuju. Walaupun saya sering minum-minum, sudah lama rasanya tidak makan ayam dan bir, jadi saya sangat menantikannya. Kami pun pergi ke kedai ayam bernama Canf di daerah Gyodae (Seoul). Awalnya saya pikir ini adalah Kkanbu Chicken (merek ayam terkenal) yang ditulis dalam bahasa Inggris, sampai saya bilang, "Wah, unik juga mereka menulis Kkanbu pakai bahasa Inggris." Tapi ternyata ejaannya beda dan pelafalannya pun 'Canf'. Dan yang paling penting, rasanya benar-benar berbeda.

Saat duduk dan melihat menu untuk memesan, saya tidak terlalu berharap banyak. Menu andalan di tempat ini adalah rasa pedas, padahal saya paling tidak suka makanan pedas. Alih-alih antusias, saya malah khawatir apa saya bisa memakannya. Gara-gara itu, saya sampai lupa memotret buku menunya. Meski begitu, saya memberanikan diri mencoba level yang paling tidak pedas.

Bagian luar restoran dengan papan nama kuning bertuliskan CANF.
Sekilas bacanya seperti Kkanbu, kan?
Segelas bir draf Stella Artois dan mangkuk merah berisi camilan pretzel terletak di atas meja kayu kuning.
Lumayan senang karena kedai bir ini menjual Stella Artois.
Di sebelah gelas bir draf Stella Artois, ayam yangnyeom (ayam goreng bumbu) yang tampak pedas disajikan di atas piring besi hitam dan diletakkan di atas meja.
Rasa paling tidak pedas pun sudah datang. Level terendah saja cabainya sebanyak ini. Bagaimana dengan level pedasnya, ya?
Sepotong ayam yang dilumuri bumbu kental diletakkan di atas piring kecil perak.
Saya kira bakal terlihat cantik, tapi pas dilihat di layar malah agak mengerikan.

Walaupun levelnya rendah, aroma pedasnya tetap menusuk hidung. Saat saya gigit, rasanya setara dengan level "sedikit pedas" di tempat lain. Bagi orang yang tidak kuat pedas, level terendah ini pun mungkin masih terasa menyiksa. Entah mereka memakai ayam berkualitas tinggi atau minyak yang bagus, daging ayamnya sangat lembut. Biasanya, tempat makan yang mengandalkan rasa pedas hanya menonjolkan pedasnya saja sampai rasa asli bahan makanannya hilang, tapi ayam ini berbeda. Rasa pedasnya bikin air liur menetes, dan dagingnya sangat empuk saat dikunyah. "Oh! Lumayan enak juga!" batin saya. Saking asyiknya makan sambil minum bir, ayamnya ludes dalam sekejap.

Setelah itu, kami mencoba memesan ayam goreng biasa, tapi mungkin karena sudah kenyang, saya cepat bosan dan tidak makan banyak. Canf memang jagonya ayam pedas. Kombinasi ayam pedas (levelnya bisa disesuaikan dengan kondisi lidah) dan bir Stella Artois adalah perpaduan paling sempurna di kedai ini.

Seperti judul tulisan ini, rasanya sangat menarik sampai-sampai saya berpikir tempat ini mungkin akan segera menjadi waralaba atau buka cabang di mana-mana.


#AyamGoreng #KulinerGyodae #AyamGyodae