slothis · Bahasa Indonesia

Gowes ke Namsan & Haengjusanseong di Seoul

2020-03-29 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →
Peta rute bersepeda yang ditandai dengan garis merah di sepanjang Sungai Han di sekitar area Seoul dan Gimpo, beserta grafik ketinggian.

Di tengah aturan social distancing karena COVID ini, aku tidak tahu apakah boleh pergi bersepeda atau tidak. Tapi karena ini di luar ruangan dan aku merasa hampir depresi karena stres yang menumpuk, aku memutuskan untuk pergi ke Namsan (gunung di pusat Seoul).

Setelah sampai di Teater Nasional, kami mengobrol tatap muka—bukan lewat internet seperti biasanya—sambil menunggu semua orang berkumpul, lalu mulai gowes ke Namsan. Ada dua orang yang melaju kencang seolah sudah berlatih keras untuk hari ini, dan dua orang lagi yang sempat istirahat sekali sebelum sampai di atas. Meski begitu, cuacanya sangat cerah sehingga semuanya menikmati perjalanan ini.

 

Aku sempat mengambil beberapa foto, tapi karena khawatir ada yang tidak suka wajahnya masuk blog, aku hanya menulis teks saja. Kalau saja salah satu kamera sepedaku, FLY12CE atau FLY6CE, masih menyala, aku pasti sudah mengedit dan mengunggah videonya... sayangnya dua-duanya mati total. (Sepertinya produk ini memang bermasalah. Dibandingkan dengan produk Samsung atau LG, aduh parah banget..)

 

Sebelum pulang, niatnya kami mau minum kopi sambil bersiap-siap. Tapi cuaca hari ini benar-benar bagus dan selama ini aku cuma diam di rumah, jadi rasanya ingin pergi ke satu tempat lagi. Akhirnya, setelah membelikan mereka roti, aku menyeret mereka ke Haengjusanseong (benteng bersejarah) dengan alasan harus membakar kalori yang baru saja dimakan. Sepertinya bukan cuma aku yang merasa sumpek, karena di sekitar Sungai Han ada banyak sekali orang. Ramai sih tidak masalah, tapi tolong dong, jangan bersepeda sambil pakai earphone.

 

Perjalanan ke sana sangat berat karena angin dari depan dan ramainya orang. Ditambah lagi, mobil sangat padat sehingga kami tidak bisa naik ke Haengjusanseong dan akhirnya cuma makan mi lalu pulang. Karena saat pergi kami melawan angin, pulangnya kami didorong angin dari belakang! Tentu saja jalanan masih dipenuhi orang, tapi karena kakiku juga sudah lemas setelah sekian lama tidak gowes, rasanya menyenangkan bisa bersepeda dengan santai hehe.

 

Bibimguksu (mi campur pedas) dengan taburan kubis, selada, dan bubuk rumput laut di dalam mangkuk baja tahan karat, disajikan bersama kuah kaldu bening.
Untaian mi yang dicampur dengan bumbu merah diangkat menggunakan sumpit.

Aku sudah bertekad untuk menulis macam-macam hal di blog ini, dan mulai tahun ini aku juga mau menulis tentang pengalaman bersepeda, dan inilah hasil pertamanya. Setelah ditulis, ternyata sama membosankannya dengan tulisan perjalananku, bahkan tidak ada fotonya. Ngomong-ngomong, postingan soal sepeda ini masuk kategori hobi atau olahraga ya?


#sepeda