slothis · Bahasa Indonesia

Hacienda Itaewon: Masakan Meksiko oleh Koki Korea

2023-05-16 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Setelah tragedi Itaewon, voucher Itaewon Seoul Pay dengan diskon 20% dirilis untuk membantu menghidupkan kembali kawasan tersebut. Berkat itu, saya akhirnya datang lagi ke Itaewon setelah sekian lama tidak berkunjung, berbelanja, dan mampir ke Hacienda untuk makan malam. Hacienda menjual makanan Meksiko, tetapi dioperasikan dengan kombinasi yang unik: koki Korea yang berkeringat memasak di dapur, sementara pelayannya adalah orang asing yang tampak seperti orang kulit hitam dan Hispanik. Meski begitu, melihat ada keluarga Hispanik berbahasa Spanyol yang datang dan makan dengan lahap, sepertinya makanan yang disajikan cukup autentik dan bukan sekadar makanan fusi dengan gochujang (pasta cabai Korea).

Bagian dalam restoran dengan lampu kuning menyala, beberapa orang duduk di meja dan makan.
Sampul menu dengan nama bahasa Inggris Hacienda dan gambar kaktus.
Halaman menu yang berisi berbagai minuman beralkohol seperti margarita, bir, anggur, dan tequila.
Halaman menu makanan yang berisi guacamole, salad, quesadilla, burrito, taco, dan fajita.
Dispenser kaca berisi air dengan irisan lemon dan gelas-gelas diletakkan di atas lemari besi kuning yang sudah usang.

Kami berdua memesan guacamole, sayap ayam Meksiko, dan fajita. Awalnya saya pikir porsinya agak terlalu banyak, tetapi setelah asyik makan, piring-piring itu pun ludes. Saya tidak terlalu sering makan masakan Meksiko, tetapi dibandingkan restoran lain, aromanya di sini lebih kuat sehingga rasanya lebih menonjol. Rasanya benar-benar seperti sedang makan di luar negeri. Karena aromanya kuat, mungkin tidak semua orang akan menyukainya, tetapi bagi lidah saya yang orang Korea tulen ini, rasanya sangat enak.

Guacamole-nya terasa eksotis karena aroma daun ketumbar, dan sayap ayamnya yang pedas membuat saya merasa seperti sedang berada di Amerika Selatan. Untuk fajita, saya memakannya tanpa terlalu memikirkan rasanya karena terlalu sibuk mengisi perut. Saya sangat puas bisa menikmati makan malam yang mengenyangkan dengan makanan selain nasi atau roti.

Alpukat, tomat, bawang bombay, dan daun ketumbar di dalam mangkuk berbentuk cobek batu beserta saus merah di mangkuk kecil.
Mangkuk cobek batu berisi alpukat, tomat cincang, bawang merah, daun ketumbar, dan irisan lemon dengan sendok kayu tertancap di dalamnya.
Minuman berwarna hijau muda dengan es, daun mint, dan irisan jeruk nipis di dalam gelas kaca transparan.
Sayap ayam goreng dan dua jenis saus disajikan di atas nampan oval berwarna perak.
Daging sapi, udang, dan ayam panggang yang disajikan bersama sayuran di atas wajan hitam.
Meja yang menyajikan berbagai makanan Meksiko seperti wajan berisi daging dan udang panggang, sayap ayam goreng, keripik nacho, dan guacamole.

Sampai sekarang, memikirkan hari itu masih membuat saya merinding dan terpukul. Itaewon adalah lingkungan tempat saya pernah tinggal, dan saya bahkan sempat berpikir sejenak di stasiun kereta bawah tanah untuk pergi melihat-lihat perayaan Halloween. Hari itu, saat menonton berita di rumah, saya panik menghubungi orang-orang yang mungkin pergi ke sana untuk menanyakan kabar mereka. Karena takut merasa sedih, saya menghindari pergi ke Itaewon, dan kini saya melihat banyak toko yang mulai tutup. Padahal saya hanya berjalan-jalan sebentar, tetapi ada banyak sekali toko yang tutup. Meskipun di jalan utama, ada tulisan "Disewakan" di lantai satu hampir di setiap selang satu gedung, sehingga siapa pun bisa melihat betapa parahnya dampak setelah tragedi tersebut. Mulai sekarang, bagaimana kalau kita meluangkan waktu untuk sengaja berkunjung ke Itaewon? Untuk itu, saya merekomendasikan Hacienda.