slothis · Bahasa Indonesia

Jeongmin Makchang Daegu: Makchang Babi yang Gurih

2023-07-30 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Saya pergi jalan-jalan ke Daegu pada akhir pekan untuk menemui teman. Sesuai dengan julukannya "Daefrica" (Daegu yang sepanas Afrika), cuacanya benar-benar panas sampai rasanya mau pingsan. Entah kenapa cuacanya bisa sepanas ini, saya terus mencari tempat indoor yang ada AC-nya. Baru pada malam hari saya bertemu dengan teman asli Daegu untuk makan malam, tapi di cuaca seperti ini kami malah datang ke tempat bakar daging outdoor.
Mungkin karena ini restoran rekomendasi warga lokal, kami harus antre sekitar 20 menit di bawah terik matahari. Sejujurnya, menunggu di luar pada hari yang panas membuat saya membatin, 'Emangnya seenak apa sih makanannya sampai harus begini?'.
Setelah cukup lama menatap tajam orang-orang agar cepat selesai makan dan pergi, akhirnya ada meja kosong di luar. Saya ingin makan sambil kena angin AC, tapi katanya AC-nya rusak jadi kami harus makan di luar. Kalau sudah begini, minum cepat dan mabuk adalah jawabannya.

Orang-orang duduk dan makan di meja luar ruangan sebuah restoran dengan papan nama merah bertuliskan Jeongmin Makchang.

Makchang (usus panggang) yang pernah saya makan cuma somakchang (usus sapi) saat dinas ke Gumi dan di Euljiro (Seoul). Karena semuanya usus sapi, saya sempat khawatir dwaejimakchang (usus babi) rasanya kurang enak. Saya sebenarnya tidak terlalu suka jeroan jadi sempat bingung, tapi pas makanannya datang dan saya coba satu gigitan, rasanya bukan cuma "lumayan", tapi bikin saya terus-terusan mengunyah.

Makan pakai soju rasanya kurang pas karena cuacanya panas dan usus babi ini lumayan berlemak. Jadi saya asyik minum somaek (campuran soju dan bir) sampai akhirnya mabuk berat. Karena cuacanya panas, saya jadi lebih cepat mabuk. Cuaca Daegu ini benar-benar bikin saya tidak terbiasa, meskipun sudah terus-terusan minum somaek dingin.

Potongan bulat makchang babi (usus babi) di atas panggangan sedang dibakar hingga kecokelatan di atas api arang.
Makchang sedang dipanggang di atas panggangan di tengah meja besi bundar, dikelilingi lauk pauk seperti kucai, kimchi, dan ssamjang (saus celup).
Permukaan potongan bulat makchang babi panggang yang sedang dimasak hingga kecokelatan di atas panggangan tampak berkilau.

Saya tidak akan merekomendasikannya di musim panas yang terik, tapi di hari-hari biasa, saya sangat merekomendasikan makan usus babi sambil minum somaek di Daegu. Rasanya memberikan sensasi berbeda dari usus sapi, dan orang yang biasanya tidak bisa makan jeroan karena alot pun pasti bisa menikmatinya.

Asalkan cuacanya mendukung!


#KulinerDaegu #RestoranMakchang #DaeguPanasEkstrem #AduhPanas #NgomongNgomongMakanTanpaTahuHarga #HarganyaTidakMahal