slothis · Bahasa Indonesia

Tongnamujip: Hoedeopbap Lezat di Pasar Olle Seogwipo

2022-04-16 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Saya pergi ke kota Seogwipo (di Pulau Jeju) untuk urusan bank, tapi tempatnya sangat penuh, seolah-olah semua orang di Seogwipo datang ke sana. Sepertinya saya harus menunggu lebih dari 2 jam, jadi saya menyerah dan memutuskan untuk mencari makan saja, lalu masuk ke Pasar Olle.

Awalnya saya mengincar kedai tteokbokki (kue beras pedas) di dalam pasar, tapi mungkin hari ini saya sedang kurang beruntung karena kedainya tutup. Sambil bingung harus bagaimana, saya berjalan tanpa arah sampai melihat sebuah kedai dengan tulisan hoedeopbap (nasi campur ikan mentah) seharga 10.000 KRW, dan saya pun langsung masuk. Karena hoedeopbap-nya sangat enak untuk harga 10.000 KRW, saya melihat nama kedainya lagi, ternyata namanya 'Tongnamujip'.

Tiket antrean bank dengan nomor antrean 1135 untuk layanan deposito, reksa dana, dan perwalian
Bagian luar restoran pusat hidangan ikan mentah berbentuk kabin kayu dengan akuarium
Papan menu berisi hidangan seperti hoe (ikan mentah), maeuntang (sup ikan pedas), dan ikan bakar yang menempel di sebelah kipas angin dinding
Para pelanggan yang sedang duduk di dalam restoran dengan papan menu menempel di dinding

Makanannya sangat lumayan, sampai-sampai saya berpikir jika saya punya penginapan di Seogwipo, saya ingin datang ke sini malam-malam bersama teman-teman untuk makan seporsi sashimi dan maeuntang (sup ikan pedas). Mungkin karena ini restoran spesialis sashimi, mereka membuat hoedeopbap dengan potongan ikan mentah segar yang tebal dan porsinya banyak. Karena ini sashimi yang dijual di pasar di daerah penghasil makanan laut, kesegarannya sudah pasti terjamin.

Saat lauk pauknya disajikan, ada satu makanan dengan bentuk unik. Setelah saya perhatikan, ternyata itu adalah salad kulit ikan. Saya penasaran dengan rasanya lalu mencobanya, dan saat dimakan bersama irisan lobak, rasanya agak kenyal tapi menyegarkan. Ini bukan daging, tapi punya tekstur unik yang membuat saya terus mengunyahnya sebelum ditelan. Sepertinya ini makanan yang mungkin tidak disukai semua orang, tapi saya malah terpikat oleh keunikannya dan terus memakannya.

Sebenarnya, makan menu utamanya yaitu hoedeopbap saja sudah lebih dari cukup. Sepertinya tidak ada bahan tambahan yang luar biasa istimewa, tapi karena ikannya bagus dan porsinya banyak, inilah hoedeopbap yang sesungguhnya. Rasanya sangat enak sampai saya merasa ini benar-benar berbeda level dengan hoedeopbap yang biasa saya makan di Seoul.

Penataan meja dengan hoedeopbap (nasi campur ikan mentah), miyeokguk (sup rumput laut), kimchi, tumis ikan teri, dan berbagai lauk pauk lainnya
Bahan-bahan hoedeopbap dengan ikan mentah, taburan rumput laut, dan biji wijen yang melimpah di atas daun selada
Salad kulit ikan berbumbu saus merah yang disajikan di atas irisan lobak
Hoedeopbap dengan nasi, ikan mentah, sayuran, dan bumbu yang tercampur rata

Lain kali saya harus mengadakan acara makan-makan di sini.


#KulinerSeogwipo #BeliPakaiUangSendiri #SashimiSeogwipo #MakanRinganSeogwipo