slothis · Bahasa Indonesia

Yeonggwang Bossam: Restoran Bossam Terbaik di Gongdeok

2023-12-28 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Karena hari kepindahanku dari Gongdeok (area perkantoran di Seoul) sudah semakin dekat, aku pergi ke restoran bossam (perut babi rebus) di depan kantor untuk makan siang. Karena ada jalan khusus jokbal (kaki babi) di Gongdeok, tentu saja ada banyak tempat makan jokbal dan bossam, serta restoran-restoran terkait lainnya. Di antara semuanya, menurutku Yeonggwang Bossam adalah yang paling enak.

Pemandangan luar restoran Yeonggwang Bossam dengan sebuah SUV perak terparkir

Seperti kebanyakan tempat makan di Gongdeok, Yeonggwang Bossam juga memiliki nuansa nopo (kedai tua legendaris). Meja dan kursinya pun bergaya kuno. Menunya tidak banyak, hanya ada satu: bossam. Ini seperti tempat yang secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka adalah restoran yang enak. Harganya 12.000 KRW per porsi dan mereka tidak menjual untuk porsi satu orang. Saat makan siang masih ada tempat duduk, tetapi kalau malam hari tempat ini akan dipenuhi oleh para pekerja kantoran di sekitarnya, jadi kamu harus datang lebih awal.

Berbeda dengan tempat lain, potongan daging bossam di sini terasa lebih tebal dan kasar. Tidak seperti Won Halmoni Bossam yang dagingnya terlihat seperti dipotong dengan mesin, di sini potongannya lebih kasar. Karena itu, tekstur saat dikunyah sangat enak. Sensasi mengunyah potongan daging besar yang memenuhi mulut benar-benar luar biasa.

Tentu saja, bossam kimchi (kimchi pendamping daging) di sini juga sangat enak sehingga mau tidak mau harus dimakan bersamaan. Memakannya bersama kimchi dan bawang putih akan menghilangkan rasa berminyak dari bossam saat dikunyah. Kimchinya terasa sangat segar, memberikan sensasi bersih yang berbeda di mulut.

Menu tersembunyi di restoran ini adalah kongnamul-guk (sup kecambah). Sup ini dimasak dengan rasa pedas, sangat cocok ketika kamu sedang ingin kuah hangat saat minum soju di malam hari atau saat makan nasi di siang hari. Setiap kali makan di sini, aku selalu minta tambah sup ini sampai tiga kali. Dimakan begitu saja sudah enak, dan sup ini bisa memberikan jeda dari pola monoton hanya makan bossam dan kimchi. Meskipun lauk pauknya tidak banyak, masing-masing memiliki perannya sendiri.

Tumpukan daging suyuk (daging rebus) di atas piring berwarna biru muda
Potongan kimchi sawi dengan bumbu melimpah di atas piring berwarna biru muda
Penataan meja makan yang menyajikan suyuk, kimchi, bawang putih, ssamjang, saeujeot (udang asin), sup, dan lauk pauk

Ini bukanlah tempat yang mewah atau cocok untuk acara kumpul-kumpul besar, tetapi ini adalah tempat yang sangat bagus untuk menikmati makanan yang mengenyangkan atau sekadar minum segelas soju. Karena tempat duduknya sedikit, sering kali ada antrean, tetapi menurutku tempat ini sepadan dengan waktu yang dihabiskan untuk menunggu.


#KulinerMapo #KulinerSeoul #KulinerGongdeok