slothis · Bahasa Indonesia

Byeolmi Bokkeum Yeouido: Jeyuk Bokkeum Murah & Porsi Besar

2023-06-26 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Yeouido (distrik bisnis di Seoul), bersama dengan Gangnam, terkenal dengan harga makan siang yang bikin pekerja kantoran menangis. Waktu di Gongdeok, pengeluaran makan siangku masih terkontrol karena ada kantin yang lumayan, tapi sejak pindah ke Yeouido, aku sering berhalusinasi mendengar suara uang bocor dari dompetku. Lalu, aku mendapat rekomendasi tempat yang sangat bagus untuk pekerja kantoran yang kelaparan sepertiku dan langsung mengunjunginya.

Papan nama bercahaya putih bertuliskan restoran pusat Byeolmibokkeum tergantung di dinding.

Antre saat jam makan siang sudah jadi hal biasa. Apalagi lokasinya ada di lantai bawah tanah Yeouido Department Store, bersebelahan dengan Jinju Jip (restoran mi kuah kedelai dingin yang terkenal), jadi suasananya sangat ramai sampai kadang bingung ini antrean restoran yang mana. Hari ini pun aku tidak bisa langsung masuk. Meski datang jam 12.30, aku harus menunggu sekitar 15 menit sebelum bisa memesan.

Banyak orang duduk di meja dalam restoran dan sedang makan.
Koki sedang menumis makanan dengan api besar di dapur restoran, dan pelanggan duduk di depannya.
Harga jeyuk (babi tumis pedas), cumi-cumi, gurita, dan lainnya tertulis di papan menu hidangan tumis yang tergantung di dinding.
Harga sundubu (sup tahu sutra), gyeranjjim (telur kukus), dan lainnya tertulis di papan menu makanan pendamping, minuman, dan minuman keras yang tergantung di dinding.

Setelah memesan menu andalan mereka, yaitu daging panggang (jik-hwa gui), sesuai jumlah orang, kami langsung diberi semangkuk nasi dan sayuran. Sambil menata tauge secukupnya dan menunggu makanan dengan khusyuk, akhirnya jeyuk (babi tumis pedas) pun datang.

Gaya makanannya mirip dengan jeyuk panggang di Sogongdong Ttukbaegi. Jeyuk panggang di mana-mana mungkin rasanya mirip, tapi restoran ini punya satu ciri khas yang membedakannya dari tempat lain: harganya murah.

Begitu disajikan, aroma manis dan pedas langsung menusuk hidung—entah seberapa banyak gula yang mereka pakai. Setelah menaruh jeyuk di mangkuk dan mencampurnya dengan nasi, aku sampai tidak bisa berkata-kata saking enaknya. Kalau dipikir-pikir, tempat ini sangat ramai tapi tidak ada satu pun orang yang mengobrol. Semuanya hanya menunduk dan fokus makan.

Selada, tauge, dan taburan rumput laut disajikan di dalam mangkuk stainless.
Nasi, selada, dan daging babi tumis pedas disajikan di dalam mangkuk stainless.
Mangkuk berisi tumis daging bumbu merah dan nasi, miyeokguk (sup rumput laut), serta lauk pauk tersaji di atas meja.
Daging tumis bumbu merah, tteok (kue beras), dan bawang bombay disajikan menumpuk di atas piring serta ditaburi biji wijen utuh.
Sayuran cincang diletakkan di atas gyeranjjim (telur kukus) yang mengembang di mangkuk tanah liat hitam.

Aku sangat merekomendasikan untuk menambah topping tteok (kue beras). Pesan satu porsi untuk berdua saja sudah cukup banyak. Selain itu, gyeran-jjim (telur kukus) adalah menu wajib. Rasa jeyuk yang manis dan sedikit pedas bisa dinetralkan dengan sempurna oleh gyeran-jjim, jadi kalau kamu ingin rasa yang seimbang, kamu harus memesannya.

Kalau datang ke sini, aku tidak lagi mengkhawatirkan dompetku, tapi malah khawatir apakah mereka masih bisa untung dengan harga 10.000 KRW karena porsinya yang sangat besar. Sudah berkali-kali aku makan sampai dua mangkuk nasi di sini. Diet memang gagal total, tapi aku sangat bersyukur ada restoran yang bisa menyelamatkan dompet sekaligus mengenyangkan perutku.

Kekurangannya cuma satu: orangnya terlalu banyak. Tolong dong buka cabang kedua, ketiga, dan di mana-mana. (Eh, ternyata cabang kedua sudah ada!)


#KulinerYeouido #MakanSiangYeouido #PekerjaYeouido