slothis · Bahasa Indonesia

Dongseong Sikdang Seogwipo: Duruchigi Khas Jeju

2021-12-09 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Restoran yang awalnya ingin saya kunjungi ternyata tutup, jadi saya buru-buru mencari tempat lain dan menemukan Dongseong Sikdang. Tempat ini menjadikan duruchigi (tumis daging babi pedas) sebagai menu utamanya. Kalau bicara soal duruchigi di Seogwipo (kota di Pulau Jeju), tempat yang paling terkenal adalah Yongi Sikdang. Saya pernah ke sana sekali, tapi setelah itu belum pernah lagi makan di tempat duruchigi lain sehingga tidak bisa membandingkannya. Karena Yongi Sikdang terletak di pusat kota Seogwipo, tempat itu biasanya dikunjungi wisatawan setelah seharian jalan-jalan. Sebaliknya, Dongseong Sikdang lebih seperti restoran favorit warga lokal di sekitarnya, jadi saya bisa merasakan perbedaannya.

Papan nama Dongseong Sikdang (restoran) yang menyala di malam hari dan bagian luar restoran.
Papan menu Duruchigi (tumis daging pedas) yang tergantung di dinding dan panduan cara memilih menu.

Ada yang unik di menunya, yaitu menu terpisah untuk ogyeopsal duruchigi (tumis perut babi lima lapis) yang diklaim 'bisa dinikmati dengan lebih lezat'. Tentu saja saya ingin makan yang lebih enak, jadi saya memesan ogyeopsal duruchigi tersebut.

Cara mereka menerima pesanan dan menyajikan makanan benar-benar seperti kedai pedesaan pada umumnya. Berbeda dengan tempat yang persaingannya ketat seperti Seoul, restoran lokal di pedesaan benar-benar hanya sekadar mengantarkan makanan ke meja. Rasanya mirip seperti saat kita pergi ke restoran di Seoul dan dilayani oleh pekerja paruh waktu asing. Bagi wisatawan dari Seoul yang berkunjung ke Dongseong Sikdang, sebaiknya jangan terlalu berharap banyak soal pelayanan di sini.

Setelah lauk pauk pendamping (banchan) disajikan, tak lama kemudian duruchigi-nya pun datang. Saya sempat bingung apakah mereka yang akan memasakkannya atau saya harus memasaknya sendiri. Untungnya, setelah dagingnya agak matang, mereka datang untuk memasukkan sayurannya. Setelah sayurannya layu dan saya rasa sudah benar-benar matang, saya mencicipinya satu gigitan dan rasanya ternyata sangat enak.

Standar saya untuk duruchigi Jeju adalah Yongi Sikdang. Di sini rasanya sedikit lebih pedas dari tempat itu, tapi tidak sampai pada tingkat rasa yang terlalu kuat seperti terlalu asin atau terlalu manis. Kalaupun ada bau amis daging, rasa pedasnya pasti akan menutupinya. Namun, mungkin karena mereka menggunakan daging babi lokal Jeju dari sekitar sini, bisa dibilang tidak ada bau amis sama sekali. Banyak orang di sekitar saya yang menyukai rasa bumbu yang kuat. Mereka mungkin menganggap Yongi Sikdang terlalu hambar, jadi saya rasa mereka akan lebih menyukai tempat ini. Duruchigi di sini memang memiliki rasa pedas yang lumayan terasa.

Panci Duruchigi di atas kompor gas dan meja yang ditata dengan berbagai lauk pauk.
Daging mentah, kentang, saus bumbu, dan sayuran di dalam panci.
Daging, kentang, bawang putih, dan cabai yang sedang mendidih di dalam panci.
Panci berisi tauge, irisan daun bawang, dan irisan lobak yang ditumpuk banyak di atas daging.
Duruchigi matang dengan daging dan sayuran yang tercampur rata dengan bumbu.
Sepotong daging dan sayuran berbumbu yang dijepit dengan sumpit.

Harganya memang terlihat murah, tapi nasi putihnya dijual terpisah, jadi untuk porsi 2 orang, menu ogyeopsal ini harganya 22.000 KRW. Kalau melihat restoran-restoran yang dibuka oleh orang luar daerah, ada yang dengan mudah mematok harga 15.000 KRW atau 20.000 KRW per porsi, sehingga tempat ini tampak murah. Tapi untuk ukuran restoran warga lokal, harganya tergolong standar. Dari sudut pandang wisatawan, jika kebetulan sedang lewat di sekitar sini, tempat ini sangat bagus untuk disinggahi dan makan, baik dari segi harga maupun rasanya. Namun, karena lokasinya di Topyeong-dong agak nanggung, sepertinya ini bukan tempat yang harus dicari-cari oleh wisatawan menggunakan navigasi khusus hanya untuk makan. Hal ini menunjukkan bahwa duruchigi di Seogwipo adalah makanan yang terkenal sekaligus sangat umum.


#KulinerSeogwipo #DuruchigiSeogwipo #UangSendiri #DuruchigiTopyeongdong #MakanTopyeongdong