slothis · Bahasa Indonesia

Festival Songkran di Siam Square Bangkok

2020-01-04 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Setelah pindah ke guesthouse tempat saya akan menginap di Bangkok, saya menunggu teman-teman yang akan pergi ke Songkran bersama. Katanya mereka adalah sepupu dari K, teman yang saya kenal di Chiang Mai sebelumnya. Songkran adalah periode yang sama dengan liburan Tahun Baru Imlek di negara kita (Korea), jadi banyak orang pergi berlibur. Biasanya banyak yang pergi ke tempat liburan, mungkin karena ada bayi, mereka bilang sedang berlibur ke pantai.

Setelah menunggu sebentar di guesthouse, saya mendapat pesan lewat LINE. Totalnya ada tiga orang, semuanya kerabat dan mahasiswa. Kami menyapa sekadarnya dan langsung pergi ke Siam untuk menikmati Songkran. Untuk benar-benar menikmati Festival Songkran, kita harus pergi ke tempat yang ditentukan oleh pemerintah kota Bangkok. Saya tidak tahu informasi itu, tapi teman-teman saya mencari tahu dan memberi tahu bahwa festivalnya diadakan di Siam dan Khaosan. Kami memutuskan untuk pergi ke Siam pada siang hari.

Dalam perjalanan menuju Siam pun orang-orang sudah saling menyiram air. Seluruh kota benar-benar basah kuyup seperti habis hujan. Semakin dekat ke Siam, orang-orang semakin banyak, sampai akhirnya kami tiba di jalan utama di mana mobil tidak bisa masuk sama sekali dan semua orang saling menyiram air. Kami menyiapkan senjata masing-masing, mengisinya dengan air, memakai kacamata hitam, dan mulai menjelajahi jalanan Siam.


Teman-teman berdoa sebelum mengikuti Festival Songkran. Jika berkunjung ke Bangkok, ikut berdoa juga bisa menjadi pengalaman yang bagus.

Orang-orang berdiri memegang pistol air
Orang-orang berjalan di trotoar di depan mesin ATM


Setelah berkeliling jalanan sebentar, bukankah kita harus makan dulu sebelum berperang? Jadi kami pergi ke tempat makan di sebuah gang untuk makan.


Nasi, tumis daging cincang, dan telur goreng di dalam wadah sekali pakai
Hidangan panekuk dengan isian kuning di dalam wadah sekali pakai

Karena porsinya agak kurang, kami masuk ke dalam mal untuk mencari camilan. Sebagai catatan, kalau mau masuk ke dalam ruangan, kita harus membuang semua air. Di depan pintu sudah disediakan tong air besar agar kita bisa membuang air sebelum masuk, jadi buang saja di sana lalu masuk.


Papan tanda kayu bertuliskan Cha Tra Mue
Menuangkan minuman berwarna oranye ke dalam gelas berisi es
Minuman es berwarna oranye di dalam gelas dengan logo Cha Tra Mue
Papan tanda kayu bertuliskan 'Moradok Traditional Thai Steamed Cupcake' dalam bahasa Thailand dan Inggris
Makanan penutup berbentuk bakpao berwarna merah muda, hijau muda, putih, dan ungu di dalam wadah plastik bening
Bentuknya seperti tteok (kue beras Korea), rasanya juga mirip dan sangat enak.
Banyak orang berkumpul di alun-alun depan mal CentralWorld memegang pistol air
Peserta festival Songkran memenuhi jalan dan trotoar, dilihat dari atas jembatan penyeberangan
Orang-orang berlalu-lalang di jembatan penyeberangan dan alun-alun depan mal yang memiliki pohon palem
Bus kota berwarna biru dengan banyak noda putih di kaca depan
Mobil yang dilumuri adonan putih ini adalah untuk memohon keberuntungan dan keselamatan. Tidak hanya di mobil, banyak juga orang yang mengoleskannya di wajah.
Tulisan 'SONGKRAN FESTIVAL' dan tuk-tuk yang menghiasi dinding luar bangunan

Sebagian besar momen yang saya rekam di Festival Songkran adalah video, jadi saya mengunggahnya di YouTube. Video-video itu terasa lebih nyata dan seru. Kalau dituliskan secara singkat, saat kita menyiram air ke orang yang lewat, mereka juga akan membalas menyiram air sambil tertawa. Baik anak-anak maupun orang dewasa semuanya asyik bermain perang air. Bagi yang bingung mau mengajak anak-anak liburan ke mana, saya merekomendasikan datang ke Songkran bersama keluarga di bulan April. Menurut saya, ini adalah satu-satunya negara dan momen di mana anak-anak bisa bebas menyiram air dan bercanda, sementara orang-orang hanya akan tertawa memakluminya. Saat asyik tersiram air di tengah teriknya matahari Bangkok, tanpa sadar kita akan merasa kedinginan dan berusaha mencari tempat masuk ke dalam ruangan. Selama periode ini, orang-orang juga menyiram air dari tuk-tuk atau bus, jadi sebaiknya selalu pakai baju renang dan jangan membawa barang elektronik yang tidak tahan air. Oh ya, acara siram-siraman air ini hanya diadakan di area Bangkok, sedangkan daerah lain tidak menyiram air dan mengadakan festival yang berbeda, jadi jangan sembarangan menyiram air di tempat lain.