slothis · Bahasa Indonesia

Ikan Bakar Houn di Icheon: Kombinasi Sempurna Nasi Pulen & Ikan

2025-05-22 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Harga dalam tanda kurung adalah konversi perkiraan. Baca tulisan asli bahasa Korea →

 Semenjak temanku pindah ke Icheon (kota di provinsi Gyeonggi), aku jadi sering main ke sana. Biasanya kalau main, kami cuma bakar daging di halaman atau beli sashimi buat dimakan di dalam rumah, jadi jarang banget makan di restoran sekitar. Sampai akhirnya hari ini, aku bujuk dia buat makan di luar dan kami pun pergi ke restoran ikan bakar Houn.

Ikan Bakar Houn


Area parkirnya luas banget

Tempat ini rekomendasi dari temanku, dan area parkirnya ternyata luas banget. Yang lebih bikin kaget, parkiran seluas itu hampir penuh sesak oleh mobil. Sayangnya, akses masuk ke parkiran dari jalan raya mengharuskan kita ngerem mendadak, jadi rawan banget kecelakaan. Harus ekstra hati-hati pas mau belok masuk.

Reservasi cuma bisa lewat mesin kios di lokasi dan mereka nggak terima reservasi via telepon. Bahkan 30 menit sebelum jam makan siang pun orang-orang udah ramai, jadi aku saranin datang lebih awal. Kalian bisa nunggu santai sambil ngopi di kafe seberang jalan atau jalan-jalan di jalur pejalan kaki sekitarnya.

Kafe di depannya juga asyik buat ngabisin waktu karena kita bisa lihat-lihat keramik Icheon (kerajinan khas daerah ini). Jalur pejalan kakinya juga di luar dugaan sangat bersih dan banyak pohon berbunga. Boro-boro bosen, yang ada kalian malah keasyikan jalan sampai lupa waktu.




Habis ngopi, tiba giliran kami masuk dan lauk pauk pendamping (banchan) langsung disajikan. Karena sistemnya pesan di awal, kita nggak perlu nunggu lama di meja. Aku nyobain beberapa sayuran (namul), tapi rasanya biasa aja, nggak sesuai ekspektasi. Pas suasana mulai agak down, sotbap (nasi yang dimasak di pot tradisional) datang dan langsung mengubah segalanya.

Tingkat kepulenan sotbap-nya benar-benar beda dari daerah lain. Rasa manis alami dan tekstur kenyal khas nasi putihnya benar-benar terasa, kualitas yang cuma bisa kamu temuin di daerah penghasil beras terbaik.

Kami pesan ikan makarel bakar (godeungeo-gui), dan rasanya langsung bikin paham kenapa mereka pakai kata 'ikan bakar' di nama restorannya. Ikannya dipanggang dengan sangat sempurna—luarnya renyah, tapi dalamnya tetap lembut dan juicy.

Cara makan utamanya adalah membungkus nasi dan ikan pakai daun selada (ssam). Jeyuk (tumis babi pedas) yang kami pesan rasanya standar aja, mirip yang biasa ada di restoran sekitar rumah, jadi cuma buat ganjal perut. Bintang utamanya tetap nasi dan ikannya. Saking enaknya nasi di sini, kamu bakal makan jeyuk dan sayurannya cuma sebagai alasan biar bisa makan nasi lebih banyak. Sayangnya, karena ini sotbap, butuh waktu lama buat masaknya jadi susah kalau mau nambah di tengah-tengah. Jadi, kalau kamu tipe yang makannya banyak, mending langsung pesan dua porsi sotbap dari awal.


Nasi yang cuma bisa dinikmati di daerah penghasil beras berkualitas



Siapapun yang masak, panggangan ikannya benar-benar luar biasa

Selesai makan, kami jalan-jalan sebentar. Sebenarnya ini bukan jalur pejalan kaki resmi, cuma jalanan perumahan biasa. Tapi entah warga sini yang jago menata taman atau memang pohonnya tumbuh subur secara alami, bunga sakuranya mekar dengan sangat cantik.

Berkat adanya kafe dan jalanan yang asri, tempat ini nggak cuma sekadar restoran buat makan, tapi terasa seperti tempat singgah yang santai buat istirahat selama satu atau dua jam. Kalau nanti aku liburan dan ngelewatin Icheon lagi, sepertinya aku bakal mampir ke Houn buat bersantai sebelum lanjutin perjalanan.



Rumah yang mirip galeri seni. Sepertinya ini rumah seorang seniman. Selain ini, ada banyak karya unik lainnya