Mengunjungi Petco Park, Markas San Diego Padres
Setelah berjalan kaki cukup jauh, mungkin sekitar 10.000 langkah dari rute jalan kaki dari Balboa Park ke Petco Park, markas San Diego Padres yang aku kunjungi sebelumnya, akhirnya aku tiba di Petco Park. Mungkin karena masih awal Januari, sinar matahari terasa cerah dan hangat, tapi karena sedang di luar musim pertandingan (off-season), suasana di sekitar stadion terasa sepi. Setelah beberapa hari keliling San Diego, rasanya kota ini tidak punya banyak daya tarik selain pemandangan alam dan olahraga. Sayang sekali aku datang di bulan Januari. Coba kalau datang sekitar bulan April atau Mei saat musim reguler, pasti aku bisa nonton pertandingan bisbol langsung.


Saat berjalan menyusuri dinding luar stadion, layar elektronik dan papan reklame raksasa langsung menarik perhatianku. Ada foto besar Fernando Tatis Jr. dan wajah-wajah familier lainnya yang sering kulihat saat menonton Major League Baseball (MLB). Awalnya aku agak kecewa karena tidak melihat pemain Korea, Kim Ha-seong, di tempat yang paling mencolok. Tapi saat berbelok di sudut jalan, aku senang bisa melihat foto besarnya tertempel di jendela.


Sayangnya, karena sedang off-season, bagian dalam stadion ditutup rapat sehingga aku tidak bisa melihatnya. Aku pun pergi ke toko suvenir tim (team store) untuk sekadar cuci mata melihat-lihat seragam. Toko ini terletak di lantai satu gedung bata merah tua bertuliskan Western Metal Supply Co. Aku masuk ke pintu masuk sambil mengagumi eksteriornya yang menyatu secara alami dengan stadion.


Begitu masuk ke dalam toko, berbagai pakaian dan suvenir (merchandise) tertata dengan rapi. Saat sedang asyik melihat-lihat dan memegang beberapa barang, aku dibuat melongo melihat label harga di seragamnya. Walaupun sudah mempertimbangkan nilai tukar mata uang, harganya dengan mudah mencapai 2 hingga 3 kali lipat harga seragam bisbol profesional Korea. Kalau kamu wisatawan yang datang dengan budget pas-pasan, sebaiknya pikir-pikir lagi sebelum belanja suvenir di sini.


Melihat jersey nomor 7 milik Kim Ha-seong yang tergantung di satu sisi, aku sempat berpikir keras apakah harus membelinya sebagai kenang-kenangan. Tapi setelah melihat lagi harganya yang sangat mahal, aku merasionalisasi diri dengan berpikir, "Toh dia pemain cadangan, pasti sebentar lagi ditukar (trade)," lalu menutup dompetku dan keluar dari toko. Kunjungan ke Petco Park kali ini memang terasa sepi dan aku cuma bisa melihat-lihat seragam, tapi lain kali aku pasti akan datang saat musim pertandingan untuk menonton bisbol secara langsung.
