slothis · Bahasa Indonesia

Obyeongjang Jeju: Restoran Daging Babi Super Lezat

2022-03-01 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Setelah jalan-jalan ke sana kemari bersama keluarga kakak laki-laki saya, kami kembali ke Kota Jeju untuk makan malam. Sejak sebelum berangkat, kakak saya terus-menerus bilang kalau makan malamnya harus daging babi, jadi saya penasaran tempat seperti apa yang terus dia bicarakan ini. Dia bahkan menceritakannya kepada mantan rekan kerjanya yang kurang saya kenal, terus-menerus menyebut 'kalau soal daging, ya Obyeongjang' seolah sedang meneriakkan sebuah manifesto.

Papan tanda berdiri berwarna cokelat bertuliskan Obyeongjang di atas petak bunga.
Papan tanda lampu berbentuk babi tergantung di dinding luar bangunan berdinding batu dengan pohon palem di sekitarnya.
Papan menu di dinding yang menampilkan harga daging, makanan, dan minuman beralkohol.

Saya kira ini cuma kedai kecil di lingkungan sekitar, tapi ternyata tempat parkirnya luas dan bagian dalam restorannya juga sangat luas sampai terasa agak sepi. Sebenarnya memang terasa dingin karena suhunya rendah, tapi mungkin karena COVID, jarak antar meja juga diatur berjauhan sehingga terasa semakin luas dan kosong. Melihat harganya, 15.000 KRW untuk 200g, sepertinya restoran ini juga mematok harga standar Jeju.

Tidak lama setelah kami memesan satu porsi geungogi (potongan daging tebal) Obyeongjang, apinya datang. Ternyata bukan arang biasa, melainkan yeontan (briket batu bara). Melihat briket ini, saya jadi berpikir kalau zaman sekarang rasanya jarang sekali ada yang memanggang daging di atas briket. Entah apa karena zat berbahaya atau bukan, saya tidak tahu pasti. Memanggang di atas briket memberikan rasa yang sedikit berbeda dibandingkan dengan arang biasa. Menurut saya rasanya jadi sedikit lebih manis. Katanya ini adalah restoran yang dagingnya enak, bukan lauk pauknya. Apakah ini rahasianya?

Tungku bundar dengan arang yang menyala merah di tengah meja baja tahan karat.
Seorang karyawan bermasker sedang memanggang daging tebal di atas panggangan yang lebar.

Seorang bapak tepat di depan pintu masuk mulai melakukan chobeol (memanggang setengah matang) daging kami. Kemudian, pelayan yang bertugas di masing-masing meja akan memanggangkan dagingnya untuk kami, meletakkannya satu per satu sambil memberikan penjelasan. Kalau Yiseorim adalah restoran yang lauk pauknya enak, tempat ini benar-benar restoran yang memusatkan seluruh fokusnya pada daging.

Saat saya mencicipi daging yang sudah matang dan diletakkan di piring saya, harga 15.000 KRW per orang terasa murah. Dagingnya benar-benar enak. Karena bukan saya yang memanggang, melainkan orang yang tahu timing yang tepat, rasanya jadi sempurna. Saya akhirnya mengerti kenapa kakak saya terus-terusan memuji Obyeongjang. Padahal ini bukan daging sapi, tapi dicocol sedikit ke garam saja rasanya sudah lembut dan juicy banget. Kalau dagingnya dibiarkan agak lama di atas api, tinggal dibungkus ssam (daun selada) dan dimakan bersama bawang putih, dagingnya langsung ludes seketika. Kesepakatan di meja kami: moksal (daging leher) biasa ternyata lebih enak daripada potongan daging khusus. Jadi, kami tambah moksal!

Memanggang daging tebal dengan menjepitnya menggunakan penjepit di atas panggangan tungku arang.
Potongan-potongan daging tebal yang sedang dipanggang di atas panggangan.
Memotong daging di atas panggangan menggunakan penjepit dan gunting.
Memotong daging tebal yang bagian luarnya sudah matang dengan gunting di atas panggangan arang.
Bagian dalam restoran dengan orang-orang yang duduk mengelilingi meja bundar sedang makan dan seorang karyawan yang memanggangkan daging.
Bagian luar bangunan restoran dengan dinding batu dan tempat parkir.

Tempat ini benar-benar sangat saya rekomendasikan. Parkiran, tempat duduk, tidak ada yang kurang. Selain restorannya yang terasa agak dingin karena hari itu memang sedang cuaca dingin, ini adalah restoran di mana saya makan dengan sangat sangat puas. Layanannya sangat luar biasa dibandingkan dengan harganya. Seperti kata kakak saya, kalau cari daging di Jeju, pastinya Obyeongjang.


#RestoranJeju #BabiJeju #BabiHitamJeju #RestoranDagingJeju #MakanPakaiUangSendiri #IniBaruRestoranEnak #SamgyeopsalJeju #MoksalJeju #RestoranPanggangDagingJeju #RestoranChobeolJeju