Menyaksikan Prosesi Tak Bat di Jembatan Mon Kanchanaburi
Tak Bat, dalam agama Buddha, berarti tindakan para biksu yang meminta sedekah untuk makan. Bagi umat Buddha, memberikan sedekah (berdana) kepada para biksu ini diyakini sebagai cara terbaik untuk mengumpulkan pahala, sehingga banyak orang memberikan uang dan makanan. Di Korea, agama Buddha melarang praktik ini demi menjaga wibawa biksu dan menghargai agama lain. Makanya, prosesi Tak Bat yang cuma bisa dilihat di negara-negara mayoritas Buddha seperti Thailand dan Myanmar ini terasa sangat asing dan eksotis buatku.
Jembatan Mon sendiri sebenarnya punya daya tarik unik yang menjadikannya tempat wisata. Tapi, orang-orang Thailand, termasuk teman-teman yang datang bersamaku, datang ke sini sejak subuh karena ingin memberikan sedekah di prosesi Tak Bat. Wisata dengan tema agama yang diyakini sendiri ini, dari dulu sampai sekarang, masih terasa menakjubkan bagiku. Sebaliknya, aku yang cuma jalan-jalan bermodal rasa penasaran tanpa pikir panjang mungkin malah kelihatan seperti alien di sini.


Gara-gara semalam ngobrol sampai larut bahas 'batas wajar skinship antara teman cowok dan cewek di Thailand', hari ini aku bangun kesiangan. Katanya, kita harus berangkat dari subuh sebelum matahari terbit kalau mau lihat prosesi Tak Bat. Mungkin karena pengertian padaku, kami baru berangkat jam setengah 7 pagi. Tapi masalahnya, aku tetap ngantuk. Karena pada dasarnya aku tukang tidur dan semalam begadang, aku sampai memamerkan keahlian luar biasa berjalan sambil tertidur di Thailand. Benar-benar heran, gimana sih caranya orang-orang bisa mengurangi jam tidur mereka?






Ternyata kata-kata 'kita terlambat' bukan sekadar omongan belaka. Di pintu masuk sudah banyak orang yang membawa makanan dan bunga untuk disedekahkan, dan barang dagangan para penjual di sana juga hampir ludes. Sepertinya prosesinya sudah selesai. Prosesi itu mungkin cuma penting buatku, tapi bagi mereka, memberikan sedekah itu sendiri adalah hal yang utama. Bahkan saat membeli satu paket makanan, mereka memilihnya dengan sangat hati-hati seperti memilih makanan untuk diri sendiri, lalu membeli bunga untuk diberikan bersamaan. Setiap kali beli, selalu sekalian beliin buatku. Aku benar-benar berterima kasih karena mereka selalu memperhatikanku, jadi aku nggak cuma nonton tapi bisa ikut berpartisipasi langsung.











Saat kita berdana, mereka akan melantunkan doa. Sepertinya itu bermakna memberikan berkat, dan semua orang berlutut menerimanya dengan rasa syukur yang tulus.



Masih ingat orang yang kemarin teriak-teriak bilang kalau besok dia bakal lompat dari Jembatan Mon dan minta banyak orang datang buat nonton? Dia beneran melakukan aksi lompat itu. Padahal kalau salah posisi lompat pasti sakit banget, tapi dia tetap lompat setiap 5 menit sekali. Ini adalah pertunjukan paling unik dan gratis yang pernah kulihat. Cuma, setelah menyelam dia harus merangkak naik lagi ke jembatan, dan itu kelihatan capek banget sampai aku mikir, 'Wah, nyiksa diri juga ya'.




Saat pindah ke pasar, orang-orang sudah antre menunggu karena katanya prosesi Tak Bat akan segera lewat. Kupikir sudah selesai karena ini bukan pagi buta lagi, tapi ternyata prosesinya dimulai dari Jembatan Mon, berkeliling jauh mengitari desa, dan ini adalah jalan pulangnya. Ketegangan mulai terasa saat orang-orang yang terlihat seperti panitia mulai membuka jalan. Orang-orang menahan napas, menunggu kapan mereka akan tiba. Bagi orang asing, prosesi ini mungkin cuma terlihat seperti jalan-jalan biasa para biksu. Tapi orang-orang yang berkumpul di sini bukan sekadar mau nonton prosesi Tak Bat dari pinggir jalan. Mereka kumpul untuk memberikan sedekah secara langsung, makanya mereka sangat menantikan momen ini. Kalau dilihat langsung, prosesi Tak Bat ini sangat hening tanpa musik apa pun. Karena makanannya langsung dimasukkan ke dalam karung beras di sebelah mereka begitu diterima, aku nggak paham kenapa orang-orang begitu tegang dan antusias. Sepertinya ini adalah perasaan sakral yang nggak bisa dirasakan oleh orang sepertiku yang datang cuma buat nonton.


