slothis · Bahasa Indonesia

Udon Caden Hapjeong Seoul: Udon Enak & Murah ala Chef Terkenal

2025-02-17 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Harga dalam tanda kurung adalah konversi perkiraan. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Udon Caden adalah restoran spesialis udon yang dikelola oleh Chef Jung Ho-young, koki terkenal yang pernah tampil di acara TV 'Please Take Care of My Refrigerator'. Harganya tidak terlalu mahal, jadi sangat pas di kantong. Tempat ini dikenal punya kepuasan pelanggan yang tinggi karena rasa dan pelayanannya bagus, padahal harganya terjangkau. Buat orang yang tergila-gila dengan udon dan selalu makan udon setiap kali jam makan tiba, tempat ini benar-benar bikin ekspektasi melambung tinggi.




Sambil membaca buku menu sebagai 'ritual' wajib di restoran enak, aku memesan Kitsune Udon (udon dengan tahu manis) dan seporsi tempura campur. Lucunya, setelah selesai makan, aku baru dengar kalau menu andalan di sini sebenarnya adalah udon dingin (naeng-udon). Entah itu benar atau tidak, tapi setidaknya aku jadi punya alasan bagus untuk datang lagi ke sini lain kali.

Kitsune Udon

Untuk kuah udonnya, aku tidak tahu pasti apakah mereka pakai katsuobushi (serutan ikan cakalang), tapi rasa kaldu ikan yang dalam dan pekat benar-benar berkesan. Rasa umami-nya lebih kuat dan bersih dibandingkan kuah udon pada umumnya, jadi saat diseruput, eksistensi kuahnya sangat terasa. Yang paling aku suka, kuahnya tidak terlalu asin atau bikin enek, rasa gurihnya pas dan nyaman di tenggorokan. Sekali seruput, rasanya bikin kita otomatis ingin menghabiskan semangkuk penuh sampai tetes terakhir.

Tekstur mi-nya tidak kenyal seperti yang biasa disajikan di restoran udon ternama lainnya, melainkan agak sedikit lembek. Aku sempat penasaran apakah tekstur ini memang disengaja. Awalnya agak susah beradaptasi, entah apakah ini gaya mi udon tradisional Jepang yang asli, tapi setelah dimakan bersama kuahnya, rasanya lumayan enak juga. Kalau kamu lebih suka mi yang kenyal, mungkin tekstur ini bakal jadi perdebatan, tapi kalau kamu suka tekstur yang lembut, gaya mi seperti ini pasti bikin puas. Saking lembutnya, rasanya seperti bisa dimakan walau tanpa gigi.

Tempura Campur

Harga tempura campurnya memang lumayan menguras kantong. Tapi begitu dicicipi, rasanya bikin terharu. Minyaknya bersih, jadi sama sekali tidak ada bau aneh dan rasanya ringan. Biasanya saat makan gorengan ada bau minyak tengik atau terasa berat di mulut, tapi di sini sama sekali tidak ada, malah terasa sangat premium.

Pilihan gorengannya memang tidak terlalu banyak, tapi isinya cukup pas, terdiri dari tempura udang, cabai, jamur, dan ubi manis. Khusus untuk tempura udangnya, lapisan tepungnya tidak tebal dan renyahnya pas, bikin aku sangat puas. Sama seperti mi-nya, tempura ini juga bukan tipe yang super garing, melainkan agak menyerap minyak dan terasa lembut saat dikunyah. Kalau dilihat secara keseluruhan, sepertinya cara masak seperti ini memang disengaja.

Karena teksturnya yang lembut, tempura ini lumayan enak kalau dimasukkan ke dalam udon atau dimakan sebagai pendamping. Tapi, buat orang yang lebih suka gorengan super renyah, mungkin akan merasa sedikit kecewa.


Suasana restorannya bersih dan terasa nyaman tanpa ada hal-hal yang mengganggu waktu makan. Karena biasanya ada antrean, aku sarankan untuk mengecek waktu yang pas sebelum datang. Aku tidak tahu pasti apakah perputaran mejanya cepat, tapi karena restorannya luas, sepertinya waktu tunggunya tidak akan terlalu lama. Satu hal yang paling aku suka adalah staf yang melayani sangat ramah, sehingga pelayanan secara keseluruhan terasa sangat baik.

Secara keseluruhan, tempat ini punya nilai yang bagus, sangat cocok untuk menikmati udon lezat tanpa bikin kantong bolong. Kalau lain kali aku lewat daerah Hapjeong (dekat stasiun di Seoul) dan restorannya buka, aku pasti mau mampir lagi. 🍜