Sashimi Segar di Wimi Port Live Fish Center, Seogwipo
Makanan paling enak di Jeju tentu saja sashimi (ikan mentah). Ada banyak tempat yang menjual sashimi di Wimi, tapi satu-satunya cara untuk mendapatkan ikan yang lebih segar daripada di live fish center (pusat ikan hidup) ini adalah dengan memancingnya sendiri. Pemiliknya memang punya gaya bicara ketus khas nelayan Jeju, tapi sebenarnya dia tsundere (tampak dingin tapi perhatian). Dia selalu merekomendasikan sashimi musiman dan memberi tahu ikan apa yang kualitasnya sedang bagus hari ini.



Foto-foto di atas diambil saat saya berkunjung di musim dingin. Karena saya membungkusnya untuk dibawa pulang, tidak ada foto hidangan di atas meja. Nah, saat berkunjung di awal musim panas, saya makan di restoran lantai 2 dengan membayar biaya penataan meja (sangcharim-bi), jadi saya sempat memotret makanannya.
Saya memesan dodari (ikan sebelah) dan aneka hidangan laut, lalu memesan haemultang (sup hidangan laut pedas) menggunakan sisa tulang ikan. Sashimi dodari-nya benar-benar kenyal dan lezat, hidangan laut lainnya juga sangat terasa aroma lautnya. Untuk haemultang-nya, rasanya sekadar pelengkap agar makan nasi tidak terlalu hambar, sulit untuk dibilang enak. Para pegawainya berasal dari Tiongkok atau Vietnam, jadi terkadang ada sedikit kendala komunikasi.





Sepertinya ini adalah tempat yang paling sering saya kunjungi sejak datang ke Jeju. Bukan karena teknik memotong ikannya yang luar biasa, proses fermentasinya yang sempurna, atau sausnya yang sangat enak, tapi menurut saya tempat ini menyajikan rasa ikan mentah yang paling otentik. Ya, meskipun memang untuk itulah sebuah pusat sashimi ada.
