Menjelajahi Bagian Dalam Suimeikan di Gero
Setelah makan malam dan menikmati pemandian air panas terakhir, saya turun ke lantai 1 untuk melihat-lihat bagian dalam gedung. Ryokan ini menawarkan banyak hal menarik untuk dilihat, sepadan dengan bangunannya yang besar. (Sebenarnya meski disebut ryokan, tempat ini tidak ada bedanya dengan hotel bintang lima. Hanya disebut ryokan karena kamar dan pemandian air panasnya.)





Suimeikan ternyata juga pernah dikunjungi oleh Kaisar Jepang. Foto-foto saat kunjungan Kaisar dipajang berderet hingga memenuhi satu dinding penuh. Dan seperti biasa, kakek-nenek Jepang melihatnya dengan saksama sambil menggumamkan sesuatu.
Jika naik eskalator ke lantai 2, ada area hiburan yang punya segalanya, mulai dari karaoke hingga kelab. Tapi sekilas saya lihat, biasanya rombongan keluarga yang pergi ke karaoke dan ibu-ibu yang mendominasi kelab.

Mungkin dia penyanyi yang sangat terkenal, posternya tertempel di mana-mana, mulai dari lift sampai tempat mana pun yang bisa ditempeli pengumuman. Sekelompok ibu-ibu bergegas datang dan bertanya kepada petugas tiket,
"Sudah lewat berapa lama?"
"Baru saja mulai."
Kira-kira begitu percakapan mereka, lalu sambil berseru "Yokatta~ Yokatta~" (Syukurlah~), mereka masuk dengan sangat antusias.





Hal yang paling menarik bagi saya adalah foto-foto lama Suimeikan. Meskipun hitam putih, saat melihatnya saya bisa membatin,
'Oh, ternyata dulu seperti ini ya~'
Ada banyak foto yang menarik dan diambil dengan sangat baik.








Besok adalah hari kepulangan, dan saya harus bangun pagi-pagi sekali, jadi saya mampir ke bar dengan niat minum segelas wiski sebelum tidur.




Mumpung sedang di Jepang, saya pesan segelas Nikka Whisky. Karena saya tidak terlalu suka wiski, rasanya biasa saja. Saya hanya ingin melakukan sesuatu di malam terakhir sebelum pulang besok.