slothis · Bahasa Indonesia

Pesona Klasik The Old Siam Plaza di Bangkok

2020-04-26 · Diperbarui: 2026-08-11 · Asli (bahasa Korea)

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan asli berbahasa Korea dengan bantuan AI. Baca tulisan asli bahasa Korea →

Setelah asyik makan siang dan jalan-jalan bareng Mos di MBK Mall, tanpa terasa "pasukan" kemarin sudah berkumpul lagi di satu tempat. Mungkin karena efek pulang larut malam kemarin, semuanya kelihatan agak capek. Jadi kami pijat dulu (tempatnya bikin sakit banget, jadi nggak aku masukkan ke postingan ini), lalu lanjut pergi ke The Old Siam Plaza. Teman-temanku membawaku ke sini dengan janji aku bisa melihat suasana Bangkok tempo dulu, dan ternyata tempat ini benar-benar terasa seperti Pasar Namdaemun (pasar tradisional di Korea). Walaupun bagian luar dan dalam bangunannya sudah dicat ulang, jejak-jejak waktu yang panjang tetap sangat terasa.

 

Cuma turis dari jauh sepertiku yang sibuk mengagumi bangunannya, sementara target utama teman-temanku adalah toko-toko yang memajang pakaian dan makanan. Dari berbagai macam barang yang ada, The Old Siam Mall ini paling banyak didominasi oleh jajanan yang sangat manis dan beberapa toko pakaian. Jajanan di sini terlihat dan tercium sangat manis, sampai-sampai rasanya kalau makan ini seharian penuh bisa langsung kena diabetes.

Papan nama dengan gambar bangunan dan tulisan THE OLD SIAM SHOPPING PLAZA berlatar belakang kuning
Bagian luar bangunan dan tangga Old Siam Shopping Plaza dengan dinding luar berwarna kuning dan jendela melengkung
Bagian dalam pusat perbelanjaan dengan toko-toko yang berkumpul di bawah struktur baja berwarna hijau
Lorong pusat perbelanjaan yang dipenuhi toko-toko berdekorasi struktur kuning dan putih di bawah langit-langit melengkung yang tinggi
Orang-orang melihat-lihat di dalam pusat perbelanjaan dengan struktur kuning dan dekorasi jam
Makanan penutup tradisional Thailand dengan berbagai bentuk dan warna yang dipajang di dalam keranjang dan kotak transparan

Kalau naik ke lantai 2, ada area khusus untuk makan makanan yang sudah kita beli. Karena di sana juga ada restoran-restoran, aku ditanya lagi apa aku sudah lapar, padahal kami baru makan siang dua jam yang lalu. Yah, berkat teman-teman Thailand-ku yang lain, aku sudah terbiasa dengan hal ini. Jadi dengan santai aku memberi isyarat kalau perutku sudah sangat kenyang sampai rasanya mau muntah. Tapi biarpun begitu, mereka tetap saja memesan dua porsi makanan semacam nasi goreng... Padahal aku beneran udah kenyang banget ㅠㅠ

Pemandangan lantai satu pusat perbelanjaan dengan kumpulan toko beratap kuning yang dilihat dari lantai atas
Bagian dalam pujasera dengan konter untuk memesan makanan, meja, dan kursi
Makanan penutup tradisional Thailand berwarna oranye dan kuning di dalam wadah plastik transparan
Makanan penutup Thailand warna-warni berbentuk buah bernama Luk Chup di dalam wadah plastik transparan
Nasi kaki babi (jokbal deopbap), nasi omelet, dan saus-saus yang tersaji di atas meja